Rabu, 10 Maret 2021

Market Database Direktori Distributor Bahan Bangunan

 

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini dirilis minggu kedua Februari 2021 menampilkan database direktori, direktori 108 distributor, riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Database spesifik ini berisi 68 halaman pdf berukuran 5,8 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. 

Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus database spesifik, Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini mengupas empat fokus utama, yakni 1) database direktori 108 distributor bahan material bangunan di Pulau Jawa (terutama Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur); 2) market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024; 3) segmentasi bahan material bangunan yang terdiri dari 3 bahan utama yakni besi baja, semen, dan beton; serta 4) Pangsa pasar di 3 bahan utama material bangunan, yakni besi baja, semen, dan beton.

Masuk ke fokus pertama, ditampilkan database direktori 108 distributor bahan material banguan di Pulau Jawa (terutama Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dengan cakupan omzet di atas Rp 1 miliar per tahun. Database tersebut ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 22, berisi nama distributor, kategori produk, segmentasi bisnis, dan kontak PIC termasuk jabatan PIC.

Dilanjutkan ke fokus kedua, data market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024, market analysis, serta grafis tren persentase pertumbuhan di periode tersebut. Data tersebut ditampilkan pada halaman 23 sampai halaman 29.

Masuk ke fokus riset kedua, ditampilkan segmentasi bahan utama material bangunan yang terdiri dari besi baja, semen, beton, dan bahan lainnya seperti keramik, cat, aspal, pasir, batu bata, dan lainnya. Segmentasi 4 bahan utama di material bangunan dibedah secara persentase porsi terhadap total. Data tersebut ditampilkan pada halaman 30 sampai halaman 32.

Lebih khusus lagi, pada bagian riset ketiga, tim duniaindustri.com mengupas masing-masing segmen dari bahan material bangunan yakni 1) besi baja, 2) semen, dan 3) beton. Masing-masing segmen ditampilkan tren pertumbuhan market value size serta pertumbuhan volume periode 2015-2024. Tak lupa ditampilkan pula pangsa pasar terbesar di masing-masing segmen secara update. Untuk segmen besi dan baja ditampilkan pada halaman 33 sampai halaman 42.

Untuk segmen semen ditampilkan pada halaman 43 sampai halaman 53. Dan untuk segmen beton disuguhkan pada halaman 53 sampai halaman 67.

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini berjumlah 68 halaman pdf berukuran 5,8 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, asosiasi industri, dan perusahaan market leader. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 223 data spesifik (per Februari 2021) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

 

Memantau Jaringan Distributor Bahan Bangunan Secara Digital

 

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Berkaca dari dampak ketidakpastian yang ditimbulkan pandemi Covid-19, selayaknya pelaku industri memperdalam penetrasi pasar dengan meneropong jaringan distributor. Hal itu dilakukan untuk mempercepat akselerasi pemulihan bisnis pasca pandemi secara offline.


 

Untuk mendukung langkah tersebut, tim Duniaindustri.com telah membuat Database Spesifik Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024). Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini dirilis minggu kedua Februari 2021 menampilkan database direktori, direktori 108 distributor, riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, market outlook, dan database digital terlengkap di Indonesia. Database spesifik ini berisi 68 halaman pdf berukuran 5,8 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Database spesifik ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus database spesifik, Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini mengupas empat fokus utama, yakni 1) database direktori 108 distributor bahan material bangunan di Pulau Jawa (terutama Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur); 2) market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024; 3) segmentasi bahan material bangunan yang terdiri dari 3 bahan utama yakni besi baja, semen, dan beton; serta 4) Pangsa pasar di 3 bahan utama material bangunan, yakni besi baja, semen, dan beton.

Masuk ke fokus pertama, ditampilkan database direktori 108 distributor bahan material banguan di Pulau Jawa (terutama Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dengan cakupan omzet di atas Rp 1 miliar per tahun. Database tersebut ditampilkan pada halaman 11 sampai halaman 22, berisi nama distributor, kategori produk, segmentasi bisnis, dan kontak PIC termasuk jabatan PIC.

Dilanjutkan ke fokus kedua, data market size (size business) industri bahan material bangunan di Indonesia periode 2015-2024, market analysis, serta grafis tren persentase pertumbuhan di periode tersebut. Data tersebut ditampilkan pada halaman 23 sampai halaman 29.

Masuk ke fokus riset kedua, ditampilkan segmentasi bahan utama material bangunan yang terdiri dari besi baja, semen, beton, dan bahan lainnya seperti keramik, cat, aspal, pasir, batu bata, dan lainnya. Segmentasi 4 bahan utama di material bangunan dibedah secara persentase porsi terhadap total. Data tersebut ditampilkan pada halaman 30 sampai halaman 32.

Lebih khusus lagi, pada bagian riset ketiga, tim duniaindustri.com mengupas masing-masing segmen dari bahan material bangunan yakni 1) besi baja, 2) semen, dan 3) beton. Masing-masing segmen ditampilkan tren pertumbuhan market value size serta pertumbuhan volume periode 2015-2024. Tak lupa ditampilkan pula pangsa pasar terbesar di masing-masing segmen secara update. Untuk segmen besi dan baja ditampilkan pada halaman 33 sampai halaman 42.

Untuk segmen semen ditampilkan pada halaman 43 sampai halaman 53. Dan untuk segmen beton disuguhkan pada halaman 53 sampai halaman 67.

Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024) ini berjumlah 68 halaman pdf berukuran 5,8 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari BPS, Kementerian Perindustrian, asosiasi industri, dan perusahaan market leader. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 223 data spesifik (per Februari 2021) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 223 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini



Selasa, 09 Maret 2021

Market Leader Industri Susu Gencar Ekspansif, Seakan Kebal Pandemi

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Dua market leader produsen susu di Indonesia terus melakukan ekspansi kapasitas maupun pabrik baru, meski di tengah turbulensi pandemi. Prospek jangka panjang yang atraktif diketahui ikut mendorong langkah ekspansif tersebut.



Salah satu market leader produsen susu, PT Frisian Flag Indonesia, melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baru dengan investasi tahap awal (tahun 2020-2023) sebesar EUR225 juta (Rp3,8 triliun) untuk produk susu cair dan susu/krimer kental manis. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi perusahaan asal Belanda itu mau terus melakukan ekspansi usahanya di Indonesia.

Pabrik baru Frisian Flag seluas 25 hektare tersebut berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair serta 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Produknya ditargetkan 90 persen ke pasar ekspor, dan 10 persen pasar dalam negeri. Penyerapan tenaga kerja akan mencapai 848 orang.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa pemerintah aktif mendorong pertumbuhan produksi susu. Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor manufaktur pangan yang mendapat prioritas pengembangan. Hal ini berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

"Kami memandang bahwa komitmen dari PT Frisian Flag Indonesia adalah suatu strategi bisnis yang tepat untuk terus memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan berkualitas," ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/3).

Industri pengolahan susu nasional dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku. Sampai saat ini hanya 22 persen bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri. Di sisi lain, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun setara susu segar, yang jumlahnya perlu ditingkatkan.

"Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya," ujar Agus.

Sebelumnya, Menperin menyebutkan produsen susu Nestle juga tetap percaya diri dalam menambah investasinya di Indonesia. “Saya kira keseriusan dari head office Nestle untuk menyetujui penambahan mutual investment 100 juta dolar AS merupakan keputusan yang tepat, bukan hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, tapi juga bagi perkembangan perusahaannya sendiri sebagai salah satu yang terbesar di dunia,” papar Menperin.

Menurut dia, Nestle merupakan salah satu industri fast moving consumer goods yang saat ini mengoperasikan tiga pabrik, yakni di Karawang (Jawa Barat), Kejayan (Pasuruan, Jawa Timur), dan Panjang (Lampung). Perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 3.568 karyawan serta sekitar 15.000 jiwa yang terkait dengan bisnisnya.

Dia menilai, penambahan investasi dari Nestle merupakan sebuah komitmen yang sangat baik untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri manufaktur nasional.

Presiden Direktur Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar, sangat optimis produk-produk consumer goods masih akan tumbuh positif di Indonesia. “Karena itu, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen jangka panjang, Nestle meyakini perlu meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Selain itu, Nestle juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat yang sekaligus berdampak positif bagi keberlangsungan usahanya. Antara lain melalui pembinaan dan kemitraan dengan para peternak sapi di Jawa Timur untuk menghasilkan susu segar sebagai food stock dengan rata -rata per tahun belanja susu segar dari 26 ribu peternak mencapai Rp1,7 triliun.

Program serupa juga dilakukan juga oleh Nestle dengan petani kopi di Tanggamus, Lampung. Perusahaan membeli kopi dari para petani dengan nilai mencapai Rp1 triliun per tahun. Kopi tersebut sebagian besar merupakan bahan baku bagi produk ekspor. Menteri Perindustrian memberikan apresiasi atas program kemitraan yang dilakukan oleh Nestle Indonesia. “Bila digabung, program kemitraan untuk bahan baku susu segar dan kopi mencapai sekitar Rp3 Triliun. Tidak hanya merupakan investasi yang besar, tapi program ini juga betul-betul melibatkan petani dan peternak di seluruh Indonesia,” sebut Menperin. (*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Senin, 08 Maret 2021

Indeks Keyakinan Konsumen Mulai Bergairah, Penjualan Durable Goods Terdongkrak

 Duniaindustri.com (Maret 2021) – Bank Indonesia (BI) merilis hasil survei yang menyatakan bahwa indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2021 membaik. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2021 sebesar 85,8 poin atau sedikit meningkat dari 84,9 pada Januari 2021.



Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menjelaskan keyakinan konsumen terpantau menguat pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp1-3 juta per bulan. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di 7 kota yang disurvei, dengan kenaikan tertinggi di kota Surabaya, diikuti oleh Manado dan Makassar.

"Keyakinan konsumen yang membaik pada Februari 2021 didorong oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, baik dari aspek ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, maupun ketepatan waktu pembelian barang tahan lama," kata Erwin dalam keterangannya, Senin (8/3).

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap positif dan relatif stabil jika dibandingkan dengan ekspektasi pada bulan sebelumnya. Hal ini ditopang oleh ekspektasi terhadap penghasilan ke depan.

Pada Februari 2021, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik dari bulan sebelumnya, meski levelnya masih cukup rendah dan berada di zona pesimis. Proses penanganan Covid-19 melalui kegiatan vaksinasi yang terus berlanjut, didukung pemulihan ekonomi masyarakat melalui distribusi bantuan sosial, ditengarai mendorong perbaikan persepsi konsumen pada Februari 2021. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Februari 2021 sebesar 65,1 meningkat dari 63 pada bulan sebelumnya. Meningkatnya IKE didorong oleh kenaikan seluruh komponen pembentuknya, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 4,6 poin menjadi 47,8. Secara spasial, IKE terpantau menguat di 8 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Makassar (17,5 poin), diikuti Surabaya (15,4 poin), dan Samarinda (13 poin)

Pada Februari 2021, persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini cenderung menguat dibandingkan 6 bulan sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan program untuk pemulihan ekonomi masyarakat melalui distribusi bantuan sosial yang berdampak pada perbaikan penghasilan masyarakat. Kenaikan indeks terjadi pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp 1-3 juta per bulan. Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini juga mengalami peningkatan pada sebagian besar kelompok usia, terutama pada kelompok responden berusia di atas 60 tahun.

Persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini terpantau membaik pada seluruh kelompok pendidikan, terutama pada responden dengan tingkat pendidikan pasca sarjana. Sementara di sisi usia, kenaikan indeks terjadi pada mayoritas kelompok usia, terutama repsonden berusia 41-50 tahun.

Seiring dengan membaiknya keyakinan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada Februari 2021, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama juga membaik, terutama untuk jenis barang elektronik dan perabot rumah tangga. Kenaikan indeks terjadi pada responden dengan pengeluaran Rp 2,1 - 3 juta dan di atas Rp 4 juta per bulan. Ditinjau menurut kategori usia, keyakinan untuk membeli barang tahan lama meningkatkan pada responden berusia 20-40 tahun. (*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Sabtu, 06 Maret 2021

9 Tantangan Baru 2021 dalam Pemetaan Trend Industri

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Guna mengakselerasi pertumbuhan sektor industri manufaktur di 2021, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pemetaan termutakhir terkait sembilan tantangan baru. Strategi ini dilakukan guna mempercepat pengembangan sektor manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global.


 

“Sedikitnya kami sudah memetakan, ada sembilan tantangan. Kami aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendapatkan jalan keluarnya,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (6/3).

Menperin menyebutkan, sembilan tantangan tersebut, yaitu terkait bahan baku dan bahan penolong, infrastruktur, utilitas, ketersediaan tenaga ahli, tekanan produk impor, limbah plastik sebagai limbah B3, kendala sektor industri kecil menengah (IKM), logistik sektor industri, serta mengenai penguatan basis data sektor industri.

“Kami bertekad untuk menjaga industri dapat bahan baku dan bahan penolong, salah satunya adalah pasokan gas,” ujarnya.  Pada Juni 2020, pemerintah merealisasikan penurunan harga gas bumi untuk tujuh sektor industri.

Ketujuh sektor itu, yakni industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. “Terdapat 176 perusahaan dari tujuh sektor yang saat ini mendapat fasilitas penurunan harga gas dengan total volume 957,3 ribu hingga 1,18 juta BBUTD,” ungkap Agus.

Sementara itu, mengenai tantangan infrastruktur dan utilitas, Kemenperin telah mendorong melalui pembangunan kawasan industri. Selama lima tahun terakhir terjadi pertumbuhan, dari 89 kawasan industri pada tahun 2016 menjadi 128 kawasan industri di tahun 2020.

Selanjutnya, terkait penciptaan tenaga ahli sektor industri yang kompeten, Kemenperin menginisiasi programpendidikan dan pelatihan vokasi yang mengusung konsep dual system.“Kami memiliki 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dengan 18.743 siswa dan mahasiswa yangketika lulus telah siap kerja untuk memenuhi kebutuhan industri,” tutur Agus.

Menperin menyampaikan, mengenai tantangan pada tekanan produk impor, Kemenperin telah memiliki program subtitusi impor 35 persen pada tahun 2022. Jurus ini perlu bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Perdagangan.

“Kolaborasinya antara lain tentang larangan terbatas untuk beberapa komoditas, pengaturan entry point pelabuhan untuk komoditas tertentu, menaikkan tarif Most Favored Nation (MNF), dan menaikkan implementasi trade remedies,” paparnya.

“Lebih lanjut dalam kaitan dengan permasalahan logistik dan data, kami akan memperkuat SIINas yang saat ini telah memuat 18.522 akun perusahaan industri, 134 akun kawasan industry, dan 11.918 akun perusahaan jasa,” ungkapnya.

Tarik investasi baru

Menteri AGK menambahkan, pemerintah fokus untuk terus meningkatkan investasi di tanah air. Sebab, upaya strategis tersebut dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dari dampak pandemi Covid-19.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kunci pertumbuhan ekonomi kita adalah di investasi. Maka itu, Kemenperin aktif berkontribusi dalam menarik investasi baru, khususnya sektor industri,” terangnya.

Kemenperin mencatat, terdapat 81 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp921,84 triliun, yang akan dipacu realisasinya untuk pengembangan proyek hilirisasi dalam kurun waktu tahun 2023-2030. Dari total investasi tersebut, bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 125.286 orang.

“Dari investasi ini, tentunya akan menciptakan lapangan kerja yang banyak. Hal ini yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Selain itu juga akan mengurangi tingkat pengangguran, baik itu karena pandemi atau angkatan kerja baru,” papar Agus.

Di sektor hilirisasi petrokimia, Kemenperin terus mendorong realisasi investasi pengembangan industri petrokimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, yang akan menghasilkan produk olefin dan aromatik.

Berikutnya, Kemenperin memacu hilirisasi nikel dalam rangka meningkatkan nilai tambah bahan baku nikel dan kobalt yang tersedia di Indonesia. Bahan baku ini dapat digunakan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.

“Saat ini, secara total kita punya 30 smelter yang beroperasi, kemudian yang sedang konstruksi 20 smelter, dan dalam tahap feasibility study sebanyak 9smelter,” sebut Menperin. Smelter ini berperan untukmenguatkan struktur industri dalam negeri agar lebih berdaya saing di kancah global.

“Implikasi dari kebijakan hilirisasi ini, industri logam dasar pada tahun 2020 tumbuh 5,87%, ekspornya pun tumbuh 30%, bahkan mampu menyumbang devisa negara hingga USD22 miliar,” ungkapnya. Saat ini, Indonesia memiliki 30% dari cadangan bijih nikel dunia, sehingga menjadi jaminan bahan baku untuk investasi di sektor baterai kendaraan listrik, yang pada akhirnya akan menarik investasi di sektor kendaraan listrik.

Beberapa perusahaan yang akan memproduksi bahan baku baterai listrik nikel-kobalt, di antaranya adalah PT QMB (Sulawesi Tengah), PT. Halmahera Persada Lygend (Pulau Obi), PT Weda Bay Nickel (Maluku Utara), dan PT Smelter Nikel Indonesia (Banten).

Sedangkan, untuk hilirisasi minyak sawit, pemerintah telah mendorong program B30 (mencampur 70% BBM diesel dengan 30% FAME/Biodiesel). Upaya simultan pemerintah ini untuk mengurangi impor BBM diesel sekaligus mengendalikan emisi pencemaran udara.(*/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 222 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini



Selasa, 02 Maret 2021

Tidak Tanggung-Tanggung, Impor Aspal Tembus Rp 50 Triliun Per Tahun

 

Duniaindustri.com (Maret 2021) – Impor produk aspal yang masuk ke Indonesia ternyata sungguh besar nilainya. Tidak tanggung-tanggung, dalam setahun Indonesia mengimpor produk aspal sekitar Rp 50 triliun.


 

Menyadari kondisi itu, pemerintah sedang mempersiapkan strategi untuk mengurangi porsi impor produk aspal. Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan mampu memangkas 50 persen aspal impor. Tujuannya agar negara dapat menghemat devisa sekitar Rp20 triliun – Rp 25 triliun per tahun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan salah satu industri yang digadang-gadang bisa menjawab kebutuhan aspal dalam negeri adalah PT Kartika Prima Abadi (KPA) yang berlokasi di Buton, Sulawesi Tenggara. Oleh sebab itu demi mendorong produktivitas industri aspal buton ini, BKPM menyerahkan secara langsung surat keputusan pemberian fasilitas insentif investasi dalam bentuk tax holiday kepada PT KPA.

"Saya berharap dengan diberikannya fasilitas tax holiday dan perizinan yang lain, perusahaan mampu meningkatkan produksinya dan melibatkan pengusaha daerah. Inilah yang namanya kolaborasi," ungkap Bahlil dalam keterangannya, Senin (1/3).

Dalam catatan BKPM, realisasi investasi Kabupaten Buton tahun 2020 terdapat total 16 proyek, yang terdiri dari 5 proyek PMA dan 11 proyek dari PMDN . Nilai investasi keseluruhan proyek ini adalah sebesar Rp2,8 triliun.

Buton telah sejak lama diketahui potensi sumber daya alamnya, khususnya aspal. Namun pengelolaannya belum berjalan dengan optimal. PT KPA menggunakan teknologi pemurnian aspal dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun. Perusahaan menggunakan bahan baku aspal Buton yang disebut "asbuton" dengan kadar bitumen 20-30 persen. Nilai investasi pada tahap I mencapai sebesar Rp358 miliar.

Realisasi investasi di Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2020 mencapai Rp21,13 triliun yang didominasi oleh PMA. Dari hasil investasi ini, telah menyerap tenaga kerja sekitar 6.183 orang.

"Ini adalah definisi terbaik dari dukungan dan kerja sama pemerintah dan swasta. BKPM tidak hanya melihat investasi dari luar (PMA), tetapi juga dari dalam (PMDN)," ucapnya.

Total Pasar Aspal

Berdasarkan data dari Kementerian PU, kebutuhan aspal di Indonesia pada 2011 mencapai 1,2 juta ton. Namun ketersediaan aspal hanya 601.000 ton, sebanyak 471.000 berasal dari Pertamina, 90.000 dari impor, dan 40.000 dari aspal buton.

Padahal, potensi aspal alam buton di perut bumi mencapai 660 juta ton. Jika diasumsikan per tahun butuh 2 juta ton, asbuton masih dapat memenuhi hingga 330 juta tahun lagi.

Kebutuhan aspal di Indonesia pada 2012 dengan adanya program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) mencapai 2,9 juta ton,  sedangkan pemenuhan kebutuhan hanya 930.000 ton.

Jejak Market Leader

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya yakni Pertamina Bitumen masih tercatat sebagai produsen aspal terbesar di dalam negeri. Dari total permintaan aspal nasional 1,5 juta ton per tahun, Pertamina Bitumen mampu memasok 600.000 ton aspal.

Pemain lainnya juga ada beberapa yang berasal dari BUMN. Sebut saja, PT Hakaaston anak usaha PT Hutama Karya (Persero) dan PT Wijaya Karya Bitumen anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Wijaya Karya Bitumen alias WIKA Bitumen, tercatat menggeluti bisnis aspal sejak tahun 2013. Sebelumnya, perusahaan itu bernama PT Sarana Karya (Persero).

Awal tahun lalu, WIKA Bitumen menjajaki kerjasama dengan Pertamina dalam pembuatan aspal buton (asbuton) hibrida. Asbuton hibrida adalah aspal buton dengan decant oil milik Pertamina. Perusahaan itu juga menjalin kerjasama pengembangan aspal cair yang akan digunakan dalam proyek-proyek kilang Pertamina.

WIKA Bitumen sedang membangun pabrik aspal berkapasitas 2.000 ton di Buton, Sulawesi Tenggara. Mereka juga akan mendirikan dua pabrik bersama mitra bisnis. Salah satunya pabrik kongsi dengan investor China dengan kapasitas 60.000 ton aspal.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 10/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini



Senin, 01 Maret 2021

Komoditas Tembaga dan Sawit Jadi Pusat Perhatian di Awal 2021

 Duniaindustri.com (Maret 2021) – Dua komoditas yakni tembaga dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi primadona baru di awal 2021 mengingat harganya yang melonjak di pasar internasional. Investor cenderung memilih kedua komoditas ini sebagai sarana hedging dari tekanan inflasi, seiring potensi trend commodity booming pasca pandemi.



Harga tembaga melonjak ke level tertinggi hampir satu dekade, minggu lalu. Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange melesat 1,6% menjadi USD9.457 per ton pada pukul 24.15 WIB, setelah mencapai level tertinggi sejak Agustus 2011 di USD9.617 per ton. Saat ini harga tembaga berada sekitar 6% di bawah rekor tertinggi USD10.190 per ton yang dicapai pada Februari 2011.

Sejumlah analis komoditas menilai logam tembaga dan komoditas lainnya menjadi safe haven baru jika tekanan inflasi tidak terkendali. Dan pada saat bersamaan, masalah pasokan masih banyak terjadi di pasar.

Di China, kontrak tembaga April yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange meroket sebanyaknya 4,5% menjadi 70.740 yuan (USD10.964,04) per ton, level yang tidak terlihat sejak Maret 2011. Harga juga bergerak lebih tinggi karena konsumen industri memiliki persediaan yang rendah.

Sementara itu, aluminium LME melesat 2,4% menjadi USD2.236,50 per ton, level tertinggi sejak Oktober 2018. Timah LME naik 0,3% menjadi USD26.790 per ton setelah menyentuh level terkuatnya sejak Agustus 2011 di USD27.500 per ton, nikel anjlok 2,6% menjadi USD19.195 per ton, seng melambung 1,6% menjadi USD2.893 per ton, sementara timbal meningkat 1,8% menjadi USD2.162,50 per ton.

Sedangkan untuk komoditas CPO, trend kenaikan harga ikut mendorong ekspor komoditas tersebut dari Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan beberapa produk ekspor nonmigas menjadi primadona pada Januari 2021. Tiga komoditas dan produk non migas mencatatkan nilai penjualan ekspor terbesar pada periode tersebut, yaitu produk CPO (crude palm oil), bahan bakar mineral serta besi dan baja.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menjelaskan, nilai ekspor produk CPO mencapai USD2,36 miliar. Jika dibandingkan dengan periode Januari 2020 lalu, nilai penjualan ini terdongkrak 55,05 persen. Namun jika dibandingkan periode Desember 2020 (month to month / mtom) turun 9,82 persen. Tingginya nilai ekspor komoditas ini secara tahunan terjadi lantaran adanya perbaikan harga dan juga peningkatan volume penjualan.

"CPO kalau secara year on year (yoy) tumbuh luar biasa, ini dipacu oleh kenaikan harga yang sangat lumayan. Secara yoy tumbuh 55 persen," ujar Luthfi.

Untuk ekspor produk bahan bakar mineral, lanjut Luthfi, tercatat sebesar USD1,88 miliar atau tumbuh 6,78 persen yoy dan 8,72 persen secara MtoM. Selain itu produk besi dan baja ekspornya mencapai USD990 juta atau tumbuh 21,03 persen yoy dan negatif 17,40 persen mtom.

"Bahan bakar mineral batubara juga tumbuh bagus. Apalagi besi dan baja yang juga tumbuh sangat sehat, ini kita bisa buktikan bahwa kita bisa jual produk industri jadi bukan hanya bahan mentah," ulasnya.

Jika dilihat lebih detil, tiga komoditas dengan kenaikan ekspor tertinggi secara bulanan (mtom) yaitu tembaga dan produknya yang tumbuh mencapai 47,49 persen. Disusul bahan kimia anorganik tumbuh 41,11 persen mtom. Kemudian ekspor pulp tumbuh 19,05 persen mtom.

Sedangkan tiga komoditas yang mengalami penurunan ekspor paling drastis pada Januari 2021 yaitu bijih logam dengan nilai ekspor anjlok 44,39 persen. Kemudian kopi, teh, dan rempah tumbuh -33,14 persen. Selain itu timah dan produknya -26,73 persen.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08 & 09/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 221 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini