Rabu, 28 Oktober 2020

Impor Kertas Sigaret Melonjak Drastis, Ada Apa?

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Impor kertas sigaret pada tiga tahun terakhir melonjak signifikan dan berpotensi menimbulkan ancaman kerugian serius bagi industri lokal sejenis. Mengantisipasi hal itu, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard measures) atas lonjakan jumlah impor barang kertas sigaret terhitung mulai 26 Oktober 2020.


Menurut Ketua KPPI Kemendag, Mardjoko, penyelidikan dilakukan setelah mendapat permohonan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) atas nama industri dalam negeri penghasil komoditas tersebut pada 1 Oktober 2020. Produk barang kertas sigaret yang diselidiki terdiri atas tiga nomor Harmonized System (HS), yaitu ex.4813.20.00, ex.4813.90.10, ex.4813.90.90. Dari penyelidikan yang dilakukan didapati bukti awal menemukan adanya lonjakan jumlah impor barang kertas sigaret.

"Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai adanya kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami oleh industri, dalam negeri sebagai akibat dari lonjakan jumlah impor barang kertas sigaret," ujar Mardjoko di Jakarta, dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, dalam tiga tahun terakhir (2016-2019) terjadi peningkatan jumlah impor barang kertas sigaret dengan tren sebesar 17,67%. Pada periode Januari-Juni 2020, jumlah impor meningkat sebesar 63,24% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Negara asal impor barang kertas sigaret, antara lain Austria dengan pangsa pasar 32,12 persen, Tiongkok (31,59 persen), Vietnam (17,97 persen), Spanyol (12,75 persen), dan negara lain (5,58 persen).

Sedangkan kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut, menurut Mardjoko, terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada 2016-2019. Indikator tersebut di antaranya penurunan produksi yang berdampak terhadap merosotnya produktivitas dan penggunaan kapasitas terpasang, berkurangnya jumlah tenaga kerja, penurunan keuntungan dan berlanjut menjadi kerugian di tahun 2019, serta penurunan pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

Pada Januari-Juni 2020, lanjut Mardjoko, pemohon mengalami kerugian finansial yang semakin besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. "KPPI telah menyampaikan informasi terkait dimulainya penyelidikan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti industri dalam negeri, eksportir, eksportir produsen, dan importir. Pihak-pihak yang berkepentingan dipersilakan mendaftarkan diri selambat-lambatnya 15 hari sejak tanggal pengumuman ini," ujarnya.

Pergeseran Market Leader

Market leader (pemimpin pasar) industri rokok, terutama di segmen sigaret kretek mesin (SKM), diestimasi bergeser seiring perubahan peta persaingan terkait nilai penjualan dua pemain terbesar di sektor ini. Pada semester I 2019, nilai penjualan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik drastis dan melampaui penjualan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), yang telah puluhan tahun menguasai takhta nilai penjualan rokok terbesar di negeri ini.

Berdasarkan laporan keuangan, Gudang Garam mengantongi nilai penjualan sebesar Rp 52,74 triliun di semester I 2019, naik 16,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 45,31 triliun. Sedangkan HM Sampoerna pada semester I 2019 hanya meraih penjualan Rp 50,72 triliun, tumbuh 3,18% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 49,16 triliun.

Gudang Garam mencatat pertumbuhan tinggi dari sisi penjualan karena ditopang kenaikan sigaret kretek mesin (SKM) yang tumbuh hampir 20% dengan angka penjualan Rp 48,28 triliun. Segmen SKM Gudang Garam berkontribusi 91,5% terhadap total pendapatan Gudang Garam.

Sementara itu, penjualan rokok sigaret kretek tangan (SKT) Gudang Garam sebesar Rp 3,8 triliun. Nilai tersebut naik 4,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terakhir rokok kertas karton penjualannya sebesar Rp 515,83 miliar.

Di sisi lain, HM Sampoerna yang juga mengandalkan segmen SKM justru tidak meraih pertumbuhan yang tinggi. Berdasarkan laporan keuangan HM Sampoerna, nilai penjualan SKM HM Sampoerna hanya naik hampir 5% menjadi Rp 35,93 triliun di semester I 2019, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen SKM berkontribusi 71% terhadap total pendapatan HM Sampoerna.(*/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Sumber: klik di sini 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 209 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 209 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Selasa, 27 Oktober 2020

Antisipasi Persaingan Bisnis 2021 dengan Big Data

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) -- Tahun 2021 tinggal dua bulan lagi dengan perkembangan iklim bisnis yang terus menggeliat maju, seakan meninggalkan efek pandemi. Meski efek pandemi Covid-19 belum usai sepenuhnya, ekspektasi perbaikan iklim bisnis di 2021 mulai memancarkan harapan baru bagi pelaku industri lokal.

Seiring kondisi itu, berbagai sentimen positif seperti naiknya indeks produksi manufaktur, kabar vaksin Covid-19 yang terus menguat, dan pemulihan ekonomi di jalur yang tepat ikut mendorong optimisme pelaku bisnis menatap 2021. Tidak heran, pertarungan brand menggali potensi pasar domestik ikut ramai dan makin semarak.

Guna mengantisipasi kondisi tersebut, Duniaindustri.com ikut membantu menyediakan data industri terbaru dan database spesifik yang diharapkan menjadi tolak ukur persaingan pasar. Hingga akhir Oktober 2020 sedikitnya terdapat 209 database spesifik yang dihadirkan tim Duniaindustri.com.

Mulai akhir 2019, tim Duniaindustri.com memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com

Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1.000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (209 Database Spesifik per Oktober 2020)

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
Riset Spesifik Direktori 74 Perusahaan Tekstil 2019 (Tren Harga Bahan Baku)
Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)
Laporan Riset Data Industri Minuman Kesehatan (Tren Pertumbuhan dan Profil Market Leader)
Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2014-2020 (Top 10 Perusahaan Kosmetik & Market Analysis)
Riset Data Spesifik Industri Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi Lingkungan 2017
Riset Data Populasi Mobil 1950-2025 (Market Analysis Persaingan Pangsa Pasar Mobil)
Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)
Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)
Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya
Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018
Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022)
Data Cryptocurrency & Regulasinya di Indonesia (Sisi Positif & Negatif Bitcoin)
Data dan Outlook Industri Perkapalan, Pelayaran, & Pelabuhan (Riset Tren Armada Kapal 2005-2020)
Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)
Riset Tren Pasar Oli Motor Per Provinsi 2014-2016 (Proyeksi Market Size 2017)
Data Transportasi, Infrastruktur, dan Logistik di Indonesia Timur (Skema Tol Laut)

Minggu, 25 Oktober 2020

Pertajam Radar Marketing dengan Strategi Ini

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) -- Seiring peningkatan produksi di kuartal IV 2020, iklim bisnis di Indonesia juga mulai menggeliat dengan cepat. Baik perusahaan skala besar, menengah, bahkan kecil dan mikro masing-masing berpacu dan tancap gas untuk mendorong pertumbuhan ke depan.


Menyadari hal itu, divisi marketing di perusahaan pun dipacu lebih besar untuk mengerahkan tenaga ekstra mendobrak pasar. Tujuannya untuk mengompensasi perlambatan akibat pandemi serta memberikan batu loncatan di 2021.

Guna memberi dukungan bagi divisi marketing, tim duniaindustri.com menghadirkan Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia. Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini dirilis pada minggu keempat Oktober 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri di Indonesia. Database direktori ini mencakup 2.795 perusahaan energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri manufaktur (kimia dan elektronik) di Indonesia.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user), dengan cost rata-rata yang relatif lebih terjangkau (US$ 1.000 : 2.795 = US$ 0,35 per perusahaan). Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax atau no hp, jumlah tenaga kerja, email, dan kontak PIC.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini terangkum dalam 936 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customize database direktori, market survey research, market analysis, brand analysis, dan lainnya.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini berisi 936 halaman pdf dan berukuran 2,9 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya. Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Ke-17 kumpulan database direktori spesifik itu adalah: 1. Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan; 2. Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi; 3. Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan; 4. Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana; 5. Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia; 6. Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020); 7. Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020); 8. Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 9. Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 10. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 11. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 12. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 13. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 14. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 15. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 16. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 17. Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 209 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 209 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 209 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Digital Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri

 Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini dirilis pada minggu keempat Oktober 2020 menampilkan database terlengkap dan direktori perusahaan paling komprehensif terkait informasi spesifik perusahaan-perusahaan energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri di Indonesia. Database direktori ini mencakup 2.795 perusahaan energi, infrastruktur, konstruksi, dan industri manufaktur (kimia dan elektronik) di Indonesia.



Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini merupakan perwujudan layanan big data duniaindustri.com yang menawarkan nilai lebih (value added) bagi penggunanya (user), dengan cost rata-rata yang relatif lebih terjangkau (US$ 1.000 : 2.795 = US$ 0,35 per perusahaan). Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini berisi nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telpon dan fax atau no hp, jumlah tenaga kerja, email, dan kontak PIC.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini terangkum dalam 936 halaman pdf untuk memudahkan proses download, sedangkan versi microsoft word tersedia secara pembayaran offline. Tim duniaindustri.com juga melayani jasa tambahan sebagai pelengkap dari database direktori ini, berupa layanan survei perusahaan, penyebaran kuesioner, observasi perusahaan (company observation), investigasi perusahaan (company investigation), customize database direktori, market survey research, market analysis, brand analysis, dan lainnya.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini berisi 936 halaman pdf dan berukuran 2,9 MB. Database Direktori Perusahaan ini berasal dari hasil monitoring big data duniaindustri.com, survei terbatas, serta kompilasi data terpercaya. Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini diharapkan menjadi acuan yang akurat bagi para marketing, executive perusahaan, business development, pedagang, international trader, export import trader, pemasok bahan baku, investor, board of directors, entrepreneur, researcher, investment bankers, strategic & corporate planners, kreditur perbankan, ataupun bagi perusahaan-perusahaan pemasok barang.

Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia ini melengkapi kumpulan database direktori perusahaan yang sebelumnya telah disajikan Duniaindustri.com. Ke-17 kumpulan database direktori spesifik itu adalah: 1. Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan; 2. Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi; 3. Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan; 4. Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana; 5. Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia; 6. Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020); 7. Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020); 8. Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020); 9. Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020); 10. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar); 11. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share); 12. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia; 13. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor; 14. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia; 15. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil dan Garmen; 16. Database 165 Direktori Perusahaan Baja di Indonesia; 17. Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia.

Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Seluruh riset data dan kumpulan database direktori disajikan secara lengkap dalam indeks data industri, yang kini menampilkan 209 database spesifik sesuai kebutuhan users.(*)

Sumber: klik di sini

Sabtu, 24 Oktober 2020

Coal and Minning Company Digital Database in Indonesia

 The Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies released in the second week of October 2020 features the most complete database and the most comprehensive company directory related to specific information on energy, coal, petroleum and mining companies in Indonesia. This directory database includes 601 energy, coal, petroleum and mining companies in Indonesia.



This Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies is a manifestation of the big data service duniaindustri.com that offers added value for its users. Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies contains company name, complete address, telephone and fax number or cellphone number, number of workers, email, and PIC contact.

The Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies is summarized in 246 pdf pages to facilitate the download process, while the Microsoft Word version is available for offline payment. The duniaindustri.com team also provides additional services as a complement to this directory database, in the form of company survey services, questionnaire distribution, company observation, company investigation, customized database directory, market survey research, market analysis, brand analysis. , and others.

The Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies contains 246 pdf pages and is 1.41 MB in size. This company directory database is derived from the results of monitoring big data duniaindustri.com, limited surveys, and compilation of reliable data. Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum and Mining Companies is expected to be an accurate reference for marketers, corporate executives, business development, traders, international traders, export import traders, raw material suppliers, investors, board of directors, entrepreneurs, researchers, investment bankers, strategic & corporate planners, banking creditors, or for goods supply companies.

The Directory Database of 601 Energy, Coal, Petroleum, and Mining Companies completes the collection of company directory databases previously presented by Duniaindustri.com. The 15 collections of specific directory databases are: 1. Directory Database of 391 Port, Airport, Toll Road, and Transportation Infrastructure Companies; 2. Directory Database of 448 Bank Companies and Financing Institutions; 3. Database Directory of 460 Investment and Mutual Fund Companies; 4. Directory Database of 418 Construction Companies in Indonesia; 5. Specific Directory Database of 202 Cigarette Companies in Indonesia (Update 2020); 6. Specific Directory Database of 450 Chemical, Petrochemical and Plastics Companies (Update 2020); 7. Specific Directory Database of 311 Cement and Building Material Companies (Update 2020); 8. Specific Directory Database of 274 Modern Retail Companies (Update 2020); 9. Specific Database Directory of 200 Cosmetics Companies (Profiles of Top 10 Largest Cosmetics Companies); 10. Directory Database of 203 Food and Beverage Companies (Product Profile and Market Share); 11. Directory Database of 364 Pharmaceutical, Drug, Medical Devices Companies in Indonesia; 12. Directory Database of 845 Motor Vehicle Companies; 13. Database Directory of 935 Electronic Companies in Indonesia; 14. Database 1,452 Directory of Textile and Garment Companies; 15. Database 165 Directory of Steel Companies in Indonesia; 16. Data on the Largest Textile Buyer Agent and Representative Office in Indonesia.

All data is presented in pdf format so that it is easy to download after users proceed according to the procedure, namely click buy (purchase), click checkout, and fill out the form. Duniaindustri.com prioritizes the validity and validity of the data sources presented. All data research and directory databases are presented in full in the industry data index, which now displays 207 specific databases according to users' needs. (*)

Source: click here

Bagaimana Strategi Perusahaan Besar dan Kecil Hadapi Pandemi, Ini Jawabannya

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Ketika perusahaan-perusahaan skala besar yang terdampak pandemi berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di sisa 2020, tumpuan pemulihan ekonomi nasional cenderung berada di tangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), menurut analisis tim Duniaindustri.com. Dengan karakteristik UMKM yang lebih gesit, fleksibel, dan tahan tekanan, sudah selayaknya menjadi tulang punggung perbaikan ekonomi ke depan.



Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit pada 2018. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 65% kontribusi terhadap total PDB di 2019.

Tampaknya pemerintah mulai menyadari kekuatan ekonomi berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk akselerasi pemulihan pasca pandemi. Mulai awal 2021, Presiden Joko Widodo akan mewajibkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengalokasikan minimal 40% dari pagu anggaran belanja barang dan modal kepada industri kecil menengah (IKM) serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Jika dapat diterapkan secara optimal, tim Duniaindustri.com menilai, kebijakan baru sekaligus ‘strategi’ terobosan ini bisa menggairahkan UMKM yang terbukti menjadi andalan ekonomi Indonesia keluar dari krisis. Namun, senjata baru pemerintah ini perlu diuji ketangguhannya mengingat karakteristik UMKM di Indonesia yang cenderung lebih kompleks dan beragam. Perlu adanya skala prioritas dalam penetapan sektor pilihan dari UMKM yang dinilai memiliki dampak luas bagi pemulihan ekonomi domestik.

Kebijakan baru alokasi anggaran kementerian untuk menyerap produk atau jasa UKM rencananya dimulai per 1 Januari 2021. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong IKM bisa tumbuh di tengah krisis akibat pandemic Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyatakan bahwa instruksi Presiden ini sebagai pelaksanaan dari amanat Undang-Undang Cipta Kerja yang belum lama disahkan oleh DPR RI. Untuk itu seluruh K/L diminta melakukan percepatan menyusun Peraturan teknisnya di masing-masing K/L agar proses bidding bisa segera dibuka sebelum akhir tahun 2020.

"Ini yang nanti akan direalisasikan dalam PP (Peraturan Pemerintah) dari UU Cipta Kerja supaya tahun 2021 Kementerian dan Lembaga udah mengajukan rencana belanjanya ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) di akhir tahun. Dengan begitu UMKM punya waktu untuk ancang-ancang," tutur Teten Masduki dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10).

Duniaindustri.com juga menilai strategi baru pada awal 2021 ini akan sejalan dengan peningkatan produksi dari industri secara nasional. Data Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) yang menunjukkan indeks manufaktur Indonesia di kuartal III-2020 sebesar 44,91% atau naik dibanding periode II-2020 yang tercatat di angka 28,55%. Capaian positif tersebut ditopang oleh seluruh subsektor industri yang membaik kinerjanya pada periode yang sama. Dalam laporan BI, volume produksi di sektor manufaktur pada kuartal III-2020 tercatat mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 45,35% atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sekitar 25,36%.

Perbaikan indeks volume produksi itu sejalan dengan peningkatan permintaan setelah pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak awal Juli 2020. Pada kuartal IV-2020, volume produksi diproyeksi terus membaik sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Kamis, 22 Oktober 2020

UMKM Diberi 'Stimulus' Baru Pulihkan Ekonomi

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Tampaknya pemerintah mulai menyadari kekuatan ekonomi berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk akselerasi pemulihan pasca pandemi. Mulai awal 2021, Presiden Joko Widodo akan mewajibkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengalokasikan minimal 40% dari pagu anggaran belanja barang dan modal kepada industri kecil menengah (IKM) serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).



Jika dapat diterapkan secara optimal, tim Duniaindustri.com menilai, kebijakan baru sekaligus ‘strategi’ terobosan ini bisa menggairahkan UMKM yang terbukti menjadi andalan ekonomi Indonesia keluar dari krisis. Namun, senjata baru pemerintah ini perlu diuji ketangguhannya mengingat karakteristik UMKM di Indonesia yang cenderung lebih kompleks dan beragam. Perlu adanya skala prioritas dalam penetapan sektor pilihan dari UMKM yang dinilai memiliki dampak luas bagi pemulihan ekonomi domestik.

Kebijakan baru alokasi anggaran kementerian untuk menyerap produk atau jasa UMKM rencananya dimulai per 1 Januari 2021. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong IKM dan UMKM bisa tumbuh di tengah krisis akibat pandemic Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyatakan bahwa instruksi Presiden ini sebagai pelaksanaan dari amanat Undang-Undang Cipta Kerja yang belum lama disahkan oleh DPR RI. Untuk itu seluruh K/L diminta melakukan percepatan menyusun Peraturan teknisnya di masing-masing K/L agar proses bidding bisa segera dibuka sebelum akhir tahun 2020.

"Ini yang nanti akan direalisasikan dalam PP (Peraturan Pemerintah) dari UU Cipta Kerja supaya tahun 2021 Kementerian dan Lembaga udah mengajukan rencana belanjanya ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) di akhir tahun. Dengan begitu UMKM punya waktu untuk ancang-ancang," tutur Teten Masduki dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10).

Dijelaskan Teten bahwa implementasi UU Cipta Kerja yang nanti dituangkan dalam bentuk PP akan semakin memperkuat posisi UMKM . Selain mendapatkan porsi belanja dari pemerintah yang begitu besar, kebijakan yang akan digulirkan adalah dengan kemudahan IKM atau UMKM dalam mengakses pembiayaan.

Ketika mereka mendapatkan komitmen proyek pengadaan barang/jasa dari K/L, IKM atau UMKM bisa mengajukan pembiayaan kepada lembaga pembiayaan seperti perbankan ketika kekurangan modal dengan tanpa jaminan. Jaminan yang diberikan cukup dengan dokumen kontrak kerja dengan K/L. Di sisi lain K/L juga diberikan kebebasan untuk membayar barang/jasanya yang dipesan kepada IKM atau UMKM cash 100 persen sekaligus.

Kebijakan baru ini diharapkan bisa memudahkan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan dananya lebih awal sehingga bisa diputarkan. Sebelumnya ketentuan membayar kontrak kerja dari pemerintah dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memenuhi pelaporan terlebih dahulu.

"Sekarang pembiayaanpun menjadi sangat gampang bagi UMKM karena pengadaan nanti bisa 100 persen dibayar di muka sehingga UMKM tidak harus pusing untuk mencari pembiayaan, pinjam sana-sini," pungkasnya.

Duniaindustri.com juga menilai strategi baru pada awal 2021 ini akan sejalan dengan peningkatan produksi dari industri secara nasional. Data Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) yang menunjukkan indeks manufaktur Indonesia di kuartal III-2020 sebesar 44,91% atau naik dibanding periode II-2020 yang tercatat di angka 28,55%. Capaian positif tersebut ditopang oleh seluruh subsektor industri yang membaik kinerjanya pada periode yang sama. Dalam laporan BI, volume produksi di sektor manufaktur pada kuartal III-2020 tercatat mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 45,35% atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sekitar 25,36%.

Perbaikan indeks volume produksi itu sejalan dengan peningkatan permintaan setelah pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak awal Juli 2020. Pada kuartal IV-2020, volume produksi diproyeksi terus membaik sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

 

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Selasa, 20 Oktober 2020

Manufaktur Mulai Tancap Gas Pemulihan Produksi

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) -- Kinerja produksi manufaktur mulai merangkak naik pada kuartal III tahun 2020, tercermin pada data Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI), meskipun masih dalam tekanan berat karena dampak pandemi Covid-19. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai indikasi positif itu perlu didorong dengan bekal teknologi agar kinerja manufaktur dapat ‘tancap gas’.



Data Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) yang menunjukkan indeks manufaktur Indonesia di kuartal III-2020 sebesar 44,91% atau naik dibanding periode II-2020 yang tercatat di angka 28,55%. Capaian positif tersebut ditopang oleh seluruh subsektor industri yang membaik kinerjanya pada periode yang sama. Dalam laporan BI, volume produksi di sektor manufaktur pada kuartal III-2020 tercatat mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 45,35% atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sekitar 25,36%.

Perbaikan indeks volume produksi itu sejalan dengan peningkatan permintaan setelah pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak awal Juli 2020. Pada kuartal IV-2020, volume produksi diproyeksi terus membaik sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, saat ini pelaku industri di tanah air terus berupaya menempuh sejumlah penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha. “Salah satu langkah yang sedang dijalankan untuk menekan dampak pandemi adalah dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (15/10).

Inisiatif itu sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menjadi arah dan strategi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien sehingga akan mendongkrak daya saing hingga kancah global. “Untuk bisa unggul dalam berkompetisi, inovasi dan teknologi menjadi investasi penting yang perlu dihadirkan, misalnya melalui peran startup sebagai technology provider,” imbuhnya.

Menperin menyebutkan, sebagai langkah strategis lainnya, pemerintah telah menetapkan target program substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022 yang juga dilakukan dalam akselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19. “Untuk itu, industri harus dapat bergegas meraih berbagai potensi pasar baru yang akan muncul,” tuturnya.

Lebih lanjut, tujuan kebijakan PEN yang diluncurkan oleh pemerintah diarahkan guna melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat. “Jadi, arahnya ditujukan untuk menciptakan iklim Indonesia yang aman, sehat, dan kondusif dalam rangka membangun kepercayaan investor dan masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, kebijakan ditargetkan untuk membangun Indonesia yang berdaya dan bekerja dalam upaya menumbuhkan daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Bahkan, kami juga yakin Indonesia akan mampu bertumbuh dan bertransformasi dalam memanfaatkan peluang adanya pandemi ini,” ujar Agus.

Artinya, dengan upaya transformasi digital, kebutuhan terhadap inovasi teknologi di masyarakat dan industri akan semakin meningkat. “Juga, pada masa adaptasi kebiasaan baru ini yang mengharuskan adanya pembatasan sosial sehingga dapat dikatakan seluruh sendi perekonomian nasional teramat mengandalkan kemanfaatan teknologi,” terangnya.

Sesuai yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo, bahwa pandemi Covid-19 ini adalah momentum untuk membangkitkan kembali ekonomi atau juga merevitalisasi industri nasional. “Salah satu yang perlu digarisbawahi adalah dengan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja, akan membuka peluang besar untuk mengakselerasi rebooting tersebut,” papar Menteri AGK.

Terlebih, salah satu tujuan UU Cipta Kerja dirancang adalah untuk memberi kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Kami melihat bahwa industri startup saat ini didominasi oleh mereka yang masih early stage atau masih dalam sektor industri kecil menengah (IKM). Tentunya adanya UU Ciptaker ini akan semakin terbantu pelaku usaha di dalam negeri,” tegasnya.

Dalam laporannya, BI juga mencatat volume pesanan barang input di sektor industri manufaktur meningkat dan berada dalam fase ekspansi pada kuartal III-2020 dengan indeks 50,55% atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya 28,95%. Peningkatan ini terjadi di seluruh subsektor industri pengolahan, terutama subsektor industri makanan, minuman dan tembakau.

Meningkatnya volume pesanan barang input tersebut sejalan dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Hal ini mendorong meningkatnya aktivitas perekonomian dan kinerja di sektor industri pengolahan, termasuk untuk mempersiapkan produksi pada kuartal IV-2020.

Bahkan, jumlah tenaga kerja di sektor industri tercatat membaik meskipun masih berada pada fase kontraksi sebesar 41,03% atau lebih tinggi dibandingkan 31,84% di kuartal sebelumnya. Pada kuartal IV-2020, penggunaan tenaga kerja di sektor industri pengolahan diperkirakan melonjak seiring peningkatan volume produksi.(*/tim redaksi 07 & 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Minggu, 18 Oktober 2020

Mengulas Trend Komoditas 2021

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) -- Perdagangan dunia yang sempat terhambat pandemi Covid-19 diprediksi akan mulai mencair dan membaik pada 2021. Dengan prediksi itu, kalangan eksportir komoditas mesti mengantisipasi tren perbaikan sedini mungkin agar mampu mengkompensasi perlambatan yang terjadi di 2020.

Lantas bagaimana tren komoditas 2021? Siapa saja buyers asing yang masih potensial untuk dijajaki sebagai sasaran ekspor di 2021?



Untuk mengulas hal itu, tim Duniaindustri.com merilis "Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)" pada pertengahan Oktober 2020 yang menampilkan data riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, database buyers asing, market outlook, dan riset trend produksi di Indonesia. Riset data ini berisi 56 halaman pdf berukuran 3,66 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, eksportir, importir asing, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.

Data riset ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini mengupas tiga fokus utama, yakni 1) tren produksi komoditas kopi dan teh di Indonesia, baik secara nilai maupun volume, periode 2008-2022 forecast, 2) serapan jumlah tenaga kerja dan segmentasi latar belakang pendidikan dari tenaga kerja, 3) database buyers asing (importir asing) yang membeli komoditas kopi dari Indonesia.

Masuk ke fokus riset pertama, Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini menampilkan data volume produksi dan nilai produksi komoditas kopi dan teh di Indonesia periode 2008-2022. Pada halaman 12 sampai halaman 24 dipaparkan trend produksi kopi dan teh secara volume dan nilai produksi, diperkaya dengan market analysis trend yang berkembang pada periode 2008-2022.

Berlanjut ke fokus berikutnya, pada halaman 25 sampai halaman 27 ditampilkan data jumlah serapan tenaga kerja di industri pengolahan kopi dan teh di Indonesia. Juga ditampilkan data latar belakang pendidikan tenaga kerja di industri pengolahan kopi dan teh di Indonesia.

Disusul kemudian database buyers asing (importir asing) untuk komoditas kopi di Indonesia. Database buyers asing ini ditampilkan secara komprehensif karena menyuguhkan informasi per entitas bisnis, bertujuan untuk membantu eksportir lokal memperluas cakrawala jaringan ekspor secara global.

Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini berjumlah 56 halaman pdf berukuran 3,66 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari sejumlah instansi, asosiasi industri dan perusahaan spesifik. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 208 data spesifik (per Oktober 2020) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

 Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 208 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini

Kamis, 15 Oktober 2020

Trend Volume dan Nilai Produksi Kopi 2008-2022 (Database Pembeli Asing Tujuan Ekspor)

 Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini dirilis pertengahan Oktober 2020 menampilkan data riset independen, riset data spesifik, data komprehensif, database buyers asing, market outlook, dan riset trend produksi di Indonesia. Riset data ini berisi 56 halaman pdf berukuran 3,66 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, eksportir, importir asing, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas.


Data riset ini dimulai dengan menampilkan ulasan singkat (highlights) perekonomian nasional yang terpengaruh dua kejadian besar pada 2019 yakni perang dagang negara maju serta pada 2020 yakni pandemi Covid-19. Ulasan singkat dinamika ekonomi Indonesia dipaparkan secara detail pada halaman 2 sampai halaman 4. Meski diliputi tantangan, masih terdapat peluang terutama dengan mencermati megatrend yang berkembang secara global terutama terkait digitalisasi, hingga 2045. Kemudian beralih ke pemetaan demografi penduduk Indonesia, mulai dari proyeksi jumlah populasi penduduk di Indonesia pada 2045, usia harapan hidup, komposisi jumlah penduduk di perkotaan dan perdesaan. Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia menjadi yang terbesar di Asean. (halaman 5 sampai 8) Di sisi lain juga ditampilkan jumlah dan kepadatan penduduk di Indonesia per wilayah. Serta kontribusi ekonomi per daerah terhadap total produk domestik bruto Indonesia, dengan porsi terbesar masih dipegang Pulau Jawa.

Disusul kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 sampai 2045 dengan dua skenario (skenario dasar dan skenario tinggi). (halaman 9) Serta, indikator pertumbuhan ekonomi di 2045 serta tahapan menuju ekonomi modern. (halaman 10)

Masuk ke fokus riset data, Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini mengupas tiga fokus utama, yakni 1) tren produksi komoditas kopi dan teh di Indonesia, baik secara nilai maupun volume, periode 2008-2022 forecast, 2) serapan jumlah tenaga kerja dan segmentasi latar belakang pendidikan dari tenaga kerja, 3) database buyers asing (importir asing) yang membeli komoditas kopi dari Indonesia.

Masuk ke fokus riset pertama, Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini menampilkan data volume produksi dan nilai produksi komoditas kopi dan teh di Indonesia periode 2008-2022. Pada halaman 12 sampai halaman 24 dipaparkan trend produksi kopi dan teh secara volume dan nilai produksi, diperkaya dengan market analysis trend yang berkembang pada periode 2008-2022.

Berlanjut ke fokus berikutnya, pada halaman 25 sampai halaman 27 ditampilkan data jumlah serapan tenaga kerja di industri pengolahan kopi dan teh di Indonesia. Juga ditampilkan data latar belakang pendidikan tenaga kerja di industri pengolahan kopi dan teh di Indonesia.

Disusul kemudian database buyers asing (importir asing) untuk komoditas kopi di Indonesia. Database buyers asing ini ditampilkan secara komprehensif karena menyuguhkan informasi per entitas bisnis, bertujuan untuk membantu eksportir lokal memperluas cakrawala jaringan ekspor secara global.

Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor) ini berjumlah 56 halaman pdf berukuran 3,66 MB yang mudah didownload dengan teknologi easy digital download. Data spesifik ini berasal dari riset big data duniaindustri.com, didukung data penunjang dari sejumlah instansi, asosiasi industri dan perusahaan spesifik. Indeks data industri merupakan fitur di duniaindustri.com yang menampilkan 208 data spesifik (per Oktober 2020) sesuai kebutuhan users. Seluruh data disajikan dalam bentuk pdf sehingga mudah didownload setelah users melakukan proses sesuai prosedur, yakni klik beli (purchase), klik checkout, dan isi form. Duniaindustri.com mengutamakan keabsahan dan validitas sumber data yang disajikan. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada duniaindustri.com.(*)

Sumber: klik di sini

Senin, 12 Oktober 2020

Geliat Iklim Bisnis Tambah Cepat, Ini Indikatornya

 Duniaindustri.com (Oktober 2020) – Di tengah hiruk pikuk pro kontra penetapan omnibus law, geliat pemulihan iklim bisnis pasca pandemi mulai terasa ke arah positif. Penurunan angka penyebaran virus Covid-19, tren merger dan akuisisi yang tidak berhenti oleh perusahaan asing, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar terutama di Ibukota DKI Jakarta, serta percepatan belanja infrastruktur 2021, ikut memberikan indikator positif pergeseran trend menuju pemulihan dari efek pandemi.



Tim Duniaindustri.com menilai jika indikasi pemulihan iklim bisnis ini dapat terjaga dan diberi dukungan yang memadai, tidak mustahil 2021 menjadi momentum akselerasi pasca pandemi. Terlebih lagi dengan kekuatan ekonomi domestik Indonesia yang terbukti mampu menyelamatkan bangsa ini dari krisis. Serta, tidak ketinggalan keunggulan sumber daya alam (SDA) negeri ini yang ditandai dengan sejumlah komoditas menjadi barometer dunia.

Pandangan senada juga dilontarkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut Menkeu, pada kuartal III 2020 perekonomian Indonesia mulai pulih karena pemerintah menggelontorkan belanja dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di antaranya untuk kesehatan, bantuan sosial dan dukungan UMKM. "Sudah mulai pulih dan akan semakin kuat di kuartal IV," kata Menkeu dalam Ekspo Profesi Keuangan secara virtual di Jakarta, Senin (12/10).

Memang dia mengakui, kuartal III tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi masih berada pada rentang negatif, namun diperkirakan terjadi perbaikan setelah pada kuartal II mengalami kontraksi -5,32%.

Sri Mulyani sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi kisaran -2,8% hingga -1%. Sedangkan keseluruhan tahun ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi RI kontraksi 0,6% hingga 1,7%.

Proyeksi ini sejalan dengan lembaga keuangan internasional lainnya seperti Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pada 2020, ekonomi Indonesia tumbuh negatif 0,3 persen. Kemudian, Bank Dunia memproyeksi kontraksi 2 hingga 1,6 persen dan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan kontraksi 1 persen.

"Secara over all Indonesia akan berusaha, keseluruhan tahun ini kita tidak terlalu jauh dari kondisi negatif yang terjadi di hampir semua negara. Negara sekitar kita negatif lebih dalam, mungkin kecuali Vietnam," imbuh Sri Mulyani.

Sedangkan negara tetangga lain di Asia Tenggara, lanjut dia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina mengalami kontraksi lebih dalam dibandingkan Indonesia. "Maka kita tetap akan mengusahakan dengan seluruh tools kita termasuk fiskal untuk bisa meningkatkan daya tahan kita dan bahkan pulih secara cepat," katanya.

Pemerintah menganggarkan pagu sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang mendorong defisit APBN 2020 sebesar 6,34 persen. Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional menyebutkan dari pagu anggaran PC-PEN itu, sudah disalurkan Rp318,5 triliun atau 45,8 persen hingga akhir September 2020.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 207 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 207 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini