Jumat, 22 Juli 2022

Kian Atraktif, ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI

 Duniaindustri.com (Juli 2022) –  Asian Development Bank (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% tahun ini karena permintaan dalam negeri yang bagus dan pertumbuhan ekspor yang stabil, naik dari prakiraan April lalu sebesar 5,0%.



Revisi proyeksi yang dimuat dalam Asian Development Outlook (ADO) Supplement yang dirilis kemarin juga selaras dengan naiknya proyeksi pertumbuhan untuk Asia Tenggara. ADB kini memproyeksikan pertumbuhan kawasan sebesar 5,0% pada 2022, naik dari proyeksi April lalu sebesar 4,9%.

Namun angka inflasi Indonesia tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi menjadi 4,0% dari 3,6% pada proyeksi Aprll lalu, terutama akibat kenaikan harga komoditas. Untuk 2023, ADB memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh 5,3% dan inflasi mencapai 3,3%.

"Kegiatan ekonomi di Indonesia terus berangsur normal, sedangkan kasus infeksi Covid-19 masih terkendali, terlepas dari naiknya jumlah kasus belakangan ini," kata Jiro Tominaga, Direktur ADB untuk Indonesia dalam keterangan tertulis.

"Peningkatan inflasi menurunkan daya beli rumah tangga, tetapi tingginya harga sejumlah komoditas ekspor utama mendatangkan keuntungan berupa penghasilan ekspor dan pendapatan fiskal, sehingga memungkinkan pemerintah untuk memberi bantuan di tengah kenaikan harga pangan, listrik, dan bahan bakar, sambil tetap mengurangi defisit anggaran," ujar Jiro.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7- DRRR ) di level 3,50 persen. Suku bunga deposit facility juga tetap level 2,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa keputusan mempertahankan tingkat suku bunga acuan ini didasarkan pada hasil Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung sejak kemarin dengan mempertimbangkan perkembangan terkini ekonomi global dan domestik.

"Keputusan ini (menahan suku bunga acuan) konsisten dengan perkiraan inflasi inti yang tetap terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, kemarin.

Menurut dia, BI akan terus menerapkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. BI akan terus mewaspadai potensi kenaikan inflasi sehingga seluruh kebijakan yang ditempuh oleh BI dan pemerintah akan diarahkan agar tetap dalam kondisi yang baik dan kondusif.

"BI terus mewaspadai risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan serta memperkuat respons bauran kebijakan moneter yang diperlukan. Seperti melalui stabilisasi nilai tukar rupiah, penguatan operasi moneter dan suku bunga," pungkas Perry.(*/berbagai sumber/tim redaksi 08/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Selasa, 19 Juli 2022

Pasar Makin Kompetitif, Butuh Dukungan Kekuatan Data Research

 Duniaindustri.com (Juli 2022) -- Di tengah kondisi ketidakpastian yang makin menyeruak akibat tekanan turbulensi komoditas, pelaku industri dituntut lebih jeli memetakan pergerakan pasar dan risiko persaingan brand. Dapat dipastikan, tingkat persaingan pasar makin kompetitif seiring upaya korporasi untuk memacu mesin pertumbuhan, baik secara volume maupun harga.

Karena itu, pelaku industri mesti memiliki dukungan data research yang aktual dan sesuai dengan pergeseran dan pergerakan pasar. Duniaindustri.com, sebagai startup market research, big data, digital database, secara kontinyu terus mengupdate digital database terkait persaingan pasar. Saat ini terdapat 256 hasil market research yang telah ready untuk mendukung pemetaan persaingan pasar, sebagai salah satu kekuatan digital baru yang dihadirkan Duniaindustri.com.

Mulai akhir 2019, tim Duniaindustri.com memperluas cakupan metodologi dan teknik pengumpulan, penelusuran, dan pengolahan data, analisis, kajian independen, serta riset data spesifik dengan 12 komponen utama, yakni:

1. Survei lapangan
2. Kuesioner
3. Market comprehensive database (regulatory source)
4. Market intelligence database (leading player data)
5. Historical database
6. Factory observation
7. Market investigation
8. Time frame monitoring data
9. Probability and sensitivity market forecast
10. Third party data compilation (networking database)
11. Literature colaboration
12. Big data processor

[caption id="attachment_9797" align="alignnone" width="353"]metodologi big data duniaindustri.com metodologi big data duniaindustri.com[/caption]

Pada 2020, Duniaindustri.com sebagai startup big data dan market research mempeluas coverage sumber dengan berbasis database ekspor impor (exim) yang menjangkau 10.826 pos tarif produk HS code dan 19.791 direktori perusahaan customize. Diharapkan kolaborasi sumber tersebut ditambah metode survei dan kuesioner dapat menjadi referensi andalan bagi riset pasar di Indonesia.

Saat ini duniaindustri.com menghimpun lebih dari 1.000 ukm dan lebih dari 10.000 basis user baik secara perorangan maupun perusahaan, serta industrial agent dari 10 negara di dunia, seperti Korea Selatan, Jepang, Eropa, Dubai.

Indeks Data Industri yang bisa didownload: (256 Database Spesifik per Juli 2022) -- Silakan diklik per data untuk penjelasan lebih lanjut:

  1. Kajian Pertumbuhan Pasar Industri Kecap 2017-2025 (Market Share Top 6 Biggest Player)
  2. Data Research Market Share Pemimpin Pasar Pupuk NPK (Trend Pertumbuhan Demand 2017-2025)
  3. Riset Data Pertumbuhan Pasar Pupuk per Segmen 2017-2025 (Profil Market Leader)
  4. Database Direktori Perusahaan Distributor Makanan Minuman (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
  5. Kajian Pertumbuhan Pasar Susu Bubuk 2012-2025 (Market Size & Growth Trend Analysis)
  6. Riset Persaingan Brand Market Leader Rokok 2005-2025 (Siklus Produksi dan Konsumsi Rokok)
  7. Database Direktori 1.149 Perusahaan Makanan Minuman, Farmasi dan Alkes, serta Bank dan Asuransi
  8. Database Spesifik 221 Proyek Infrastruktur dan Konstruksi 2020-2023
  9. Database Direktori 250 Perusahaan Kabel di Indonesia (Update 2022)
  10. Data Pertumbuhan Sektoral 61 Sektor Usaha Periode 2014-2021
  11. Riset Data Spesifik Penjualan Motor Per Provinsi, Per Brand, Per Segmen 2018-2021 (Pertumbuhan Era Pandemi Covid-19 dan Setelahnya)
  12. Database Direktori 208 Perusahaan Besi dan Baja di Indonesia (Update 2021)
  13. Database Direktori 305 Perusahaan Makanan Minuman (Update 2021)
  14. Outlook 2022, Data Riset 4 Sektor Industri Paling Prospektif
  15. Database Direktori 376 Perusahaan Farmasi dan Kesehatan (Update 2021)
  16. Kajian Tren Produksi 6 Market Leader Industri Butter (Mentega Hewani) 2016-2020 (Outlook Market Demand)
  17. Database Direktori 468 Perusahaan Asuransi, Bank, dan Lembaga Pembiayaan (Update 2021)
  18. Riset Data Market Size Industri Margarin 2016-2022 (Profil Market Leader dan Trend Produksi)
  19. Riset Data Potensi Pasar Kosmetik Skincare 2017-2024 (Trend Pertumbuhan Channel Distribusi)
  20. Riset Data Pemetaan Pasar 7 Market Leader Petrokimia Hulu (Market Demand Produk Petrokimia Hulu 2015-2030)
  21. Kajian Peluang Pertumbuhan Channel Distribusi Produk Farmasi dan Alat Kesehatan 2019-2024 (Momentum Saat Pandemi Melandai)
  22. Riset Data Pertumbuhan Pasar Vitamin dan Suplemen 2016-2024 (Kompetisi Pasar Brand Vitamin)
  23. Kajian Trend Pertumbuhan Industri Biskuit 2012-2025 (Peta Persaingan Kapasitas 15 Produsen Terbesar)
  24. Data Komprehensif Trend Konsumsi Rumput Laut (Seaweed) 2015-2024 (Database 35 Industri Pengolah)
  25. Data Eksklusif Pertumbuhan Pasar Deterjen 2010-2022 (Trend Bahan Baku dan Profil Market Leader)
  26. Riset Data Spesifik Trend Pasar Industri Oli Pelumas 2014-2024 (Trend Pangsa Pasar & Market Leader)
  27. Riset Data Pertumbuhan Pasar 22 Produk Petrokimia 2015-2025 (Trend Kapasitas Lokal & Market Leader)
  28. Market Outlook Frozen Food 2013-2024 (Pertumbuhan Demand dan Segmentasi Produk)
  29. Database Direktori 635 Perusahaan Minyak Bumi, Gas, Energi, dan Pertambangan (Update 2021)
  30. Data Trend Harga HRC dan CRC Periode 2016-2021 (Komparasi Harga di China dan Indonesia)
  31. Database Direktori 393 Perusahaan Transportasi dan Telekomunikasi di Indonesia
  32. Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor Tembakau (Trend Produksi Rokok 2005-2022)
  33. Market Outlook Pertumbuhan Pasar Semen dan Beton 2017-2022 (Trend Pasar Semasa Pandemi Covid-19)
  34. Database Direktori 231 Perusahaan Hotel, Restoran, dan Café di Indonesia
  35. Database Direktori Distributor Bahan Bangunan di Pulau Jawa (Market Outlook Bahan Bangunan 2015-2024)
  36. Database Direktori Distributor Makanan Minuman di Pulau Jawa-Bali (Market Outlook Consumer Goods 2013-2024)
  37. Riset Data Spesifik Industri Sepeda Bicycle 2016-2024 (Market Growth Segmentation & Market Leader Database)
  38. Database Direktori 5.248 Perusahaan Manufaktur, Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Pertanian di Indonesia
  39. Database Direktori Spesifik 215 Perusahaan Industri di Jawa Timur (Direktori Khusus Per Daerah)
  40. Database Direktori 368 Perusahaan Industri Permesinan, Aneka Mesin, dan Mesin Listrik
  41. Kajian Pertumbuhan Segmen Pasar Farmasi dan Alat Kesehatan 2016-2024 (Strategi Industri Farmasi 2021)
  42. Market Trend 5 Sektor Penyerap CPO Terbesar 2007-2022 (Database Direktori PIC Perusahaan Pengolah Sawit)
  43. Data Riset Pangsa Pasar Baja Canai Panas atau HRC 2010-2024 (Market Growth Industri Baja)
  44. Database Direktori 641 Perusahaan Telekomunikasi, Informasi Teknologi, serta Komputer dan Peralatannya
  45. Riset Data Spesifik Bahan Material Bangunan 2015-2024 (Tren Pertumbuhan Pasar Pasca Covid-19)
  46. Database Direktori 1.001 Perusahaan Tanaman, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, dan Industri Kayu
  47. Market Demand Trend CPO 2007-2022 (Database Eksportir dan Buyers Asing Tujuan Ekspor)
  48. Outlook 2021, Riset Data 5 Sektor Paling Prospektif
  49. Database Direktori 2.795 Perusahaan Energi, Infrastruktur, Konstruksi, dan Industri di Indonesia
  50. Data Riset Tren Produksi Komoditas Kopi dan Teh 2008-2022 (Database Buyers Asing Tujuan Ekspor)
  51. Database Direktori 601 Perusahaan Energi, Batubara, Minyak Bumi, dan Pertambangan
  52. Market Outlook Biodiesel 2010-2022 (Trend Produksi dan Kapasitas 38 Produsen Terbesar)
  53. Database Direktori 391 Perusahaan Infrastruktur Pelabuhan, Bandara, Jalan Tol, dan Transportasi
  54. Riset Data Peluang Pasar Makanan Korea 'Kimchi' (Market Share Top 10 Player dan Brand Profile)
  55. Data Eksklusif Pangsa Pasar Produsen Tekstil, Garmen, Fashion (Market Share Serat hingga Garment)
  56. Data Eksklusif Market Growth Industri Tekstil, Garmen, Fashion 2013-2025 (Pangsa Pasar Market Leader Industri Hulu-Hilir)
  57. Database Direktori 448 Perusahaan Bank dan Lembaga Pembiayaan
  58. Market Demand Forecast Sepeda Motor (Bedah Pasar 144 Tipe dan Varian Motor 2010-2025)
  59. Riset Brand Competition Market Leader Rokok 2005-2022 (Trend Produksi dan Konsumsi Rokok)
  60. Direktori Database 460 Perusahaan Investasi dan Reksadana
  61. Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)
  62. Riset Data Industri Bumbu Penyedap 2017-2020 (Market Analysis Dua Pasar Ekspor Paling Prospektif)
  63. Market Demand Analysis Obat Generik 2016-2027 (Kajian Pasar Pra dan Pasca Covid-19)
  64. Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)
  65. Database Direktori 418 Perusahaan Konstruksi di Indonesia
  66. Database Direktori Spesifik 202 Perusahaan Rokok di Indonesia (Update 2020)
  67. Market Outlook Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2024 (Market Demand Forecast)
  68. Database Direktori Spesifik 450 Perusahaan Kimia, Petrokimia, dan Plastik (Update 2020)
  69. Riset Data Industri Bumbu dan Bahan Tambahan Pangan 2017-2019 (Market Share Top 5 Player di 4 Kategori)
  70. Database Direktori Spesifik 311 Perusahaan Semen dan Bahan Bangunan (Update 2020)
  71. Database Direktori Spesifik 274 Perusahaan Ritel Modern (Update 2020)
  72. Market Outlook Industri Kosmetik 2014-2024 (Market Growth and Market Segmentation Analysis)
  73. Data Spesifik Market Size Yoghurt 2016-2019 (Top 6 Market Share Leader)
  74. Riset Data Market Size Kamera 2016-2019 (Pangsa Pasar Kamera Mirrorless)
  75. Database Spesifik Direktori 200 Perusahaan Kosmetik (Profil Top 10 Perusahaan Kosmetik Terbesar) 
  76. Database Direktori 203 Perusahaan Makanan Minuman (Profil Produk dan Market Share)
  77. Riset Data Spesifik Komoditas Logam Perunggu 2015-2025 (Market Outlook dan Database Buyer Asing)
  78. Market Outlook Penjualan dan Populasi Sepeda Motor Per Provinsi 2010-2025 (Trend Penjualan Per Tipe dan Per Jenis Motor)
  79. Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2024 (Cakupan Indonesia, Indonesia bagian timur, dan Bali)
  80. Ebook Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri
  81. Riset Data Spesifik Baja Galvanize Tower Seluler dan Transmisi Listrik 2015-2024 (Market Share Database)
  82. Riset Data Spesifik Lab Pengujian Lingkungan 2017-2024 (Kajian Pertumbuhan Pasar dan Profitabilitas)
  83. Riset Data Spesifik Pasar Obat Generik 2016-2023 (Market Share Top 30 Produsen Terbesar Obat Generik)
  84. Database Direktori 364 Perusahaan Farmasi, Obat, Alat Kesehatan di Indonesia
  85. Market Outlook 6 Jenis Baja Konstuksi 2015-2024 (Corrugated Steel, Guardrails, Steel Decks, Tower, Transmision Line, Galvanizing Steel)
  86. Market Outlook Steel Bridge Structure 2015-2024 (Kajian Market Growth)
  87. Data Spesifik Tenaga Kerja di Indonesia 2015-2019 (Profil Tenaga Kerja Konstruksi dan TKA Per Negara)
  88. Database Direktori 845 Perusahaan Kendaraan Bermotor di Indonesia
  89. Database Direktori 935 Perusahaan Elektronik di Indonesia
  90. Riset Data Spesifik Kawat Baja Pratekan 2015-2019 (Tren Pertumbuhan Pasar dan Perhitungan HPP)
  91. Riset Spesifik Direktori 74 Perusahaan Tekstil 2019 (Tren Harga Bahan Baku)
  92. Riset Tren Produksi 4 Segmen Industri Makanan Minuman 2008-2022 (Data Tenaga Kerja dan Kesiapan Adopsi Revolusi Industri 4.0)
  93. Laporan Riset Data Industri Minuman Kesehatan (Tren Pertumbuhan dan Profil Market Leader)
  94. Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2014-2020 (Top 10 Perusahaan Kosmetik & Market Analysis)
  95. Riset Data Spesifik Industri Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi Lingkungan 2017
  96. Riset Data Populasi Mobil 1950-2025 (Market Analysis Persaingan Pangsa Pasar Mobil)
  97. Riset Data Spesifik Susu Bubuk 2012-2021 (Market Size dan Growth Trend)
  98. Data Komprehensif Perkembangan Industri Kecil & Usaha Besar 2016-2017 (Sebaran UKM Per Sektor & Per Daerah)
  99. Riset Spesifik Market Tren Industri Oli Pelumas 2014-2020 (Tren Pertumbuhan dan Pangsa Pasar)
  100. Data Sebaran Luas Kebun Kelapa Sawit Per Provinsi (Top 20 Provinsi dengan Lahan Sawit Terluas)
  101. Riset Tren Kapasitas Produksi Semen 1974-2020 (Komparasi Strategi Para Pemain dan Tren Harga Klinker)
  102. Data Komprehensif Revolusi Industri 4.0 (Strategi Pengembangan dan Ketenagakerjaan hingga 2025)
  103. Data Produksi, Konsumsi, dan Ekspor Kelapa Sawit 2010-2025 (Overview Kebijakan Eropa)
  104. Riset Populasi Jumlah Sepeda Motor 1950-2025 (Market Analysis Provinsi Paling Potensial)
  105. Database 1.452 Direktori Perusahaan Tekstil, Garmen, Pakaian, Gloves, Karpet, Jaket, Handuk, Jas, Seragam, dan Lainnya
  106. Data Spesifik Industri Minuman Kesehatan 2015-2018
  107. Data Komprehensif Industri Perikanan dan Hasil Laut 2012-2017 (Tren Konsumsi Ikan & Peluang Pasar)
  108. Data dan Outlook Industri Beton Pracetak (Riset Tren Pasar 2008-2022)
  109. Data Cryptocurrency & Regulasinya di Indonesia (Sisi Positif & Negatif Bitcoin)
  110. Data dan Outlook Industri Perkapalan, Pelayaran, & Pelabuhan (Riset Tren Armada Kapal 2005-2020)
  111. Riset Tren Pertumbuhan Minimarket, Supermarket, Hypermarket 2015-2018 (Data Komprehensif 5 Market Leader Industri Ritel)
  112. Riset Tren Pasar Oli Motor Per Provinsi 2014-2016 (Proyeksi Market Size 2017)
  113. Data Transportasi, Infrastruktur, dan Logistik di Indonesia Timur (Skema Tol Laut)
  114. Riset Tren Pasar Obat Generik, Etikal, dan OTC 2012-2018 (Data Industri Healthcare)
  115. Riset Tren Pertumbuhan Industri Rokok 2005-2018 (Tren Pangsa Pasar Market Leader)
  116. Riset Tren Ekspansi Industri Semen 2015-2017 (Kajian Peta Kompetisi dan Strategi Penetrasi Pasar)
  117. Riset Eksklusif Industri Tinta Cetak (Printing Ink) 2008-2020 (Market Size and Demand Forecast)
  118. Riset Spesifik Market Size Industri Oli Pelumas (Tren Penjualan Dua Market Leader)
  119. Data dan Riset Eksklusif Industri Pipa Baja 2012-2018 (Demand Trends dan Market Leader)
  120. Data dan Kajian Pembangunan Infrastruktur 2015-2019 (Alternatif Pendanaan dan Skema Penjaminan)
  121. Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
  122. Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
  123. Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026)
  124. Data Komprehensif Infrastruktur Jalan 2015-2019
  125. Riset Eksklusif Pasar Oli Pelumas Mobil Per Provinsi (Tren Pertumbuhan 2015-2017)
  126. Riset Persaingan Merek Mobil 2016 (Tren Penjualan Per Model dan Pangsa Pasar)
  127. Analisis Persaingan Industri Semen dan Tren Harga Jual 2017-2018
  128. Outlook Industri Consumer Goods 2017 dan Tren Harga Bahan Baku
  129. Data dan Outlook Kebutuhan Energi di Sektor Industri 2015-2050
  130. Riset Tren Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Semen (Analisis Pasar dan Outlook 2017-2018)
  131. Riset Peta Persaingan Merek Motor Per Provinsi (Tren Penjualan Per Tipe Motor)
  132. Riset Pasar dan Tren Harga Petrokimia 2009-2021 (Market Leader di Indonesia)
  133. Riset Tren Produksi Kelapa Sawit 2009-2017 (Analisis Pasar Ekspor CPO)
  134. Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
  135. Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
  136. Riset Pasar dan Database 500 Perusahaan Tekstil (Data Industri Tekstil Hulu-Hilir)
  137. Riset Tren Produksi Market Leader Rokok 2005-2016 (Kompetisi Pasar dan Tren Konsumsi Rokok)
  138. Riset Tren Distribusi Sepeda Motor Per Wilayah (Data Penjualan Per Tipe Per CC Mesin)
  139. Riset Pasar dan Data Outlook Kosmetik 2009-2017 (Top 10 Perusahaan Kosmetik di Indonesia)
  140. Data Listrik dan Sistem Kelistrikan Nasional 2009-2019
  141. Riset Pasar dan Data Oli Pelumas Otomotif 2011-2016
  142. Riset Pasar dan Tren Harga Baja (Hulu-Hilir) 2010-2016
  143. Riset Pasar Ponsel, Komputer, dan Elektronik Home Appliance (Tren Market Size dan Pangsa Pasar)
  144. Riset Pasar dan Data Industri Sepeda Motor (Tren Penjualan Per Merek Per Daerah)
  145. Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
  146. Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
  147. Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
  148. Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
  149. Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
  150. Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
  151. Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
  152. Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
  153. Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
  154. Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku)
  155. Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
  156. Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
  157. Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
  158. Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
  159. Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
  160. Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
  161. Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
  162. Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
  163. Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
  164. Riset Komprehensif Industri Susu Olahan 2013-2016
  165. Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
  166. Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
  167. Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
  168. Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
  169. Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
  170. Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
  171. Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
  172. Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
  173. Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
  174. Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
  175. Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
  176. Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
  177. Outlook Industri Otomotif 2016-2018
  178. Outlook Industri CPO 2016
  179. Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
  180. Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
  181. Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
  182. Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
  183. Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
  184. Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
  185. Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
  186. Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
  187. Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
  188. Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
  189. Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
  190. Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
  191. Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
  192. Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
  193. Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
  194. Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
  195. Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
  196. Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
  197. Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
  198. Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
  199. Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
  200. Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
  201. Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
  202. Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
  203. Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
  204. Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
  205. Data Penjualan Per Merek Mobil
  206. Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
  207. Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
  208. Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
  209. Data Industri Perkapalan Indonesia
  210. Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
  211. Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
  212. Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
  213. Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
  214. Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
  215. Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
  216. Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
  217. Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
  218. Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
  219. Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
  220. Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
  221. Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
  222. Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
  223. Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
  224. Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
  225. Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
  226. Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
  227. Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
  228. Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
  229. Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
  230. Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
  231. Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
  232. Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
  233. Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
  234. Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
  235. Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
  236. Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
  237. Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
  238. Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
  239. Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
  240. Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
  241. Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
  242. Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
  243. Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
  244. Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
  245. Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
  246. Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
  247. Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
  248. Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
  249. Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
  250. Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
  251. Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
  252. Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
  253. Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
  254. Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
  255. Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
  256. Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

 

Minggu, 17 Juli 2022

Mata Uang Rupiah Digital Sedang Dikaji BI, Seperti Apa Bentuknya?

 Duniaindustri.com (Juli 2022) – Bank Indonesia (BI) menegaskan hingga saat ini terus mendalami rencana penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral. Dari rangkaian proses yang dijalankan, rencana penerbitan CBDC berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan digital rupiah pada akhir tahun ini.



Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menjelaskan bahwa latar belakang rencana penerbitan CBDC karena saat ini perkembangan digitalisasi sangat pesat sehingga mendorong pertumbuhan aset kripto yang juga sangat cepat. Sementara regulasi yang menyangkut aset kripto saat ini sangat terbatas dan minim.

"Aset kripto memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi sistem keuangan, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan sumber risiko baru yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan. Guna mengatasi risiko terhadap stabilitas dari aset kripto tersebut, dibutuhkan kerangka regulasi untuk mengatasinya," ucap Doni dalam keterangannya, kemarin.

Menurut dia, saat ini mayoritas bank sentral dunia telah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan untuk pengembangan CBDC sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Selain itu, dukungan dan masukan industri juga merupakan masukan penting bagi bank sentral dalam merencanakan desain CBDC .

"Berbagai bank sentral berhati-hati dan terus mempelajari kemungkinan dampak dari CBDC tersebut, termasuk Indonesia," ulasnya.

Eksplorasi penerbitan CBDC dilakukan berdasarkan enam tujuan yaitu menyediakan alat pembayaran digital yang risk-free menggunakan central bank money. Kemudian memitigasi risiko non-sovereign digital currency. Selanjutnya memperluas efisiensi dan ketahapan sistem pembayaran, termasuk cross border.

"Berikutnya memperluas dan mempercepat inklusi keuangan. Lalu menyediakan instrumen kebijakan moneter baru dan memfasilitasi distribusi fiscal subsidy," pungkasnya. (*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Jumat, 15 Juli 2022

RI Cetak Surplus Dagang Dalam 25 Bulan Terakhir

 Duniaindustri.com (Juli 2022) -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Juni tahun 2022 surplus sebesar USD5,09 miliar. Sedangkan untuk neraca perdagangan secara kumulatif pada Januari - Juni 2022 juga terjadi surplus sebesar USD24,89 miliar.



"Kalau dilihat trennya surplus pada Juni 2022 ini merupakan surplus yang ke 25 bulan berturut - turut sejak 2020" ujar kepala BPS, Margo Yuwono dalam live streaming, Jumat (15/7).

Tercatat nilai ekspor pada bulan Juni 2022 sebesar USD26,09 miliar. Jika dibandingkan bulan Mei 2022 (month to month / mtom), ekspor tersebut naik 21,30 persen dimana pada periode itu nilai ekspornya sebesar USD21,51 miliar.

Sementara itu ekspor pada Juni 2022 jika dibandingkan periode Juni 2021 (year on year / yoy) mengalami kenaikan sebesar 40,68 persen. Tercatat pada periode itu nilai ekspornya sebesar USD18,55 miliar. Struktur ekspor menurut sektor didominasi oleh produk non migas yang menyumbang 24,58 persen dari total ekspor.

"Per sektornya tertinggi peningkatan ekspornya pada kelompok industri pengolahan yang meningkat 29,21 persen menjadi USD18,27 miliar," lanjutnya.

Untuk kinerja impor pada periode Juni 2022 sebesar USD21 miliar. Nilai impor ini juga naik sebesar 12,87 persen (mtom) dimana bulan lalu nilai impornya sebesar USD18,61 miliar. Sedangkan secara tahunan impor periode tersebut juga naik 21,98 persen dengan kinerja impor pada pada Juni 2022 mencapai USD17,22 miliar.

"Secara yoy pertumbuhan impor Juni 2022 ini mengalami perlambatan dibandingkan Juni 2021," sambung Margo.

Sedangkan nilai ekspor secara kumulatif mulai Januari - Juni 2022 mencapai USD141,07 miliar. Realisasi ini naik 37,11 persen apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang mencapai US102,88 miliar. Untuk impor kumulatif tercatat sebesar USD116,18 miliar atau naik 27,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar USD91,04 miliar.

"Share utama secara kumulatif impornya adalah mesin/ peralatan mekanis dan bagiannya sebesar 15,3 persen senilai USD14,83 miliar dan mesin/ perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar 13,28 persen dengan nilai USD12,84 miliar" pungkas dia. (*/berbagai sumber/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

 

Jumat, 01 Juli 2022

Menakar Lonjakan Inflasi di Akhir Semester I 2022

Duniaindustri.com (Juli 2022) – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi pada bulan Juni 2022 secara tahun kalender year on year (yoy) melonjak cukup signifikan yaitu sebesar 4,35 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding inflasi pada Mei 2022 year on year sebesar 3,55%. Sementara secara year to date tingkat inflasi sebesar 3,19 persen dan inflasi secara bulanan month to month (mtom) sebesar 0,61 persen.



Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono, mengatakan pemicu tingginya inflasi adalah meningkatnya harga berbagai kebutuhan pangan terutama sayur - sayuran di berbagai wilayah di Indonesia. Secara rinci penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Cabe merah andil inflasi 0,24 persen, cabe rawit andilnya 0,10 persen dan bawang merah andilnya 0,08 persen.

"Kenaikan inflasi pada kelompok bahan makanan karena adanya cuaca yang anomali di bulan Juni. Ini (inflasi Juni 2022 secara tahun kalender) merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2017 dimana saat itu inflasinya sebesar 4,37 persen," ungkap Margo, kemarin.

Tercatat kelompok pengeluaran itu memberikan andil terhadap inflasi pada Juni 2022 sebesar 0,47 persen dengan tingkat inflasinya 1,77 persen. Kemudian inflasi juga disumbang oleh kelompok pengeluaran transportasi sebesar 0,04 persen dengan besaran inflasinya sendiri 0,30 persen.

"Komoditas dominan yang menyebabkan kelompok transportasi cukup besar andil inflasi karena adanya kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,03 persen. Kenaikan ini dipicu oleh kenaikan harga avtur dan adanya izin dari pemerintah untuk melakukan penyesuaian biaya serta ada kenaikan permintaan akibat ada kelonggaran perjalanan," sambung Margo.

Berdasarkan komponen, inflasi yang terjadi di bulan Juni 2022 lebih besar dipengaruhi oleh komponen harga bergejolak. Tingkat inflasi dari komponen ini sebesar 2,51 persen dengan andilnya mencapai 0,44 persen. Penyebab dari minyak goreng, cabe merah, cabe rawit dan bawang merah yang melonjak tinggi.

Kemudian penyumbang kedua adalah komponen inti dengan andil sebesar 0,12 persen dengan tingkat inflasi mencapai 0,19 persen. Sementara yang ketiga adalah komponen harga yang diatur pemerintah dengan andil 0,05 persen dan tingkat inflasinya sebesar 0,27 persen.

"Harga yang diatur pemerintah berasal dari tarif angkutan udara dan rokok filter, juga ada kenaikan tarif listrik yang kedepan akan memacu inflasi di bulan Juli 2022," pungkas dia.

Kemudian dari 90 kota yang dipantau BPS, terdapat 85 kota mengalami inflasi dan hanya 5 kota yang terjadi deflasi. Untuk inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 2,72 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Pontianak sebesar 0,07 persen. Sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar -0,61 persen dan deflasi terendah di Tanjung Pandan sebesar -0,03 persen. (*/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah:

 

Ogawa Ekspansi Kapasitas US$ 7 Juta untuk Produk Flavor & Fragrance

 Duniaindustri.com (Juli 2022) – PT Ogawa Indonesia, entitas anak usaha Ogawa Co Ltd asal Jepang, akan menambah investasi US$ 7 juga secara bertahap periode 2022-2027. Investasi tersebut ditujukan guna peningkatan kapasitas, optimasi teknologi, dan penerapan industri 4.0 serta menjadikan PT Ogawa Indonesia sebagai hub di Asia untuk produksi flavor dan fragrance.



Hal itu terungkap dalam rangkaian lawatan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita ke Jepang saat melakukan pertemuan dengan perusahaan industri yang bergerak di bidang flavors and fragrances. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2022 tentang Kebijakan Industri Nasional Tahun 2020 – 2024, industri atsiri merupakan salah satu prioritas nasional dalam pengembangan di sektor industri hulu agro. Penguatan sektor industri atsiri perlu dilakukan di sektor hilir untuk produksi bahan baku atau bahan penolong bagi industri terkait, serta penguatan di sektor antara (intermediate) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan atsiri.

“Terdapat empat komoditas utama minyak atsiri yang menjadi prioritas pengembangan sektor atsiri nasional, yaitu minyak Nilam, minyak Serai Wangi, minyak Cengkih, dan minyak Pala,” kata Menperin saat bertemu dengan jajaran direksi Ogawa & Co., Ltd. di Tokyo, Jepang, kemarin.

Menperin mengemukakan, pihaknya terus memacu industri hilir atsiri untuk menguasai riset inovasi teknologi produk dan proses produksi agar mampu mengikuti laju daur hidup produk atsiri yang sangat cepat. Selain itu, industri atsiri didorong untuk memperkuat aspek keberlanjutan (sustainability) dan ramah lingkungan, sehingga bisa berdaya saing global dan memenuhi kebutuhan konsumen saat ini.

“Kami meminta Ogawa International dapat membuat semacam pusat riset atsiri hulu-hilir di indonesia. Hal ini agar Ogawa dapat memperluas atau menghilirkan minyak atsiri di pabrik Karawang,” ungkapnya. Di Karawang, pabrik PT. Ogawa Indonesia memiliki total kapasitas produksi sebesar 3.440 ton per tahun.

Menperin menambahkan, Ogawa akan bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti IPB University dalam rangka kegiatan penelitian dan pengembangan bahan baku flavors and fragrances. “Pada tahun 2022-2027, secara bertahap mereka akan melakukan investasi sebesar USD7 juta guna peningkatan kapasitas, optimasi teknologi dan penerapan industri 4.0. Investasi ini akan menjadikan PT Ogawa Indonesia sebagai hub di Asia untuk produksi flavor dan fragrance,” paparnya.

President & CEO Ogawa & Co., Ltd., Yutaka Ogawa menyampaikan, PT. Ogawa Indonesia telah menerima manfaat dari teknologi R&D dan pengetahuan bidang manufaktur dari Ogawa Jepang, yang memiliki pengalaman lebih dari 110 tahun di industri rasa (flavors) dan wewangian (fragrances).

“Ogawa berusaha untuk menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ogawa sangat menghargai dan selalu menyambut bergabung dengan penelitian dan pengembangan kerja dengan pelanggan,” paparnya.

Sementara itu, Representative President Director PT. Ogawa Indonesia, Takashi Hamaguchi mengatakan, pihaknya berperan sebagai lokasi manufaktur utama untuk rasa dan wewangian ke pasar Asia dan memasok bahan-bahan yang berasal dari Asia Tenggara. “PT. Ogawa Indonesia menyediakan sejumlah besar bahan alami yang tumbuh di Asia Tenggara untuk grup Ogawa,” tuturnya.

Bahkan, banyak produk dari PT. Ogawa Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Halal. Pada tahun 2010, PT. Ogawa Indonesia memperoleh sertifikat Halal Assurance System (HAS). Selain itu, telah memiliki sertifikasi Sistem Jaminan Halal (SJH).

Dapat insentif fiskal

Di Tokyo, Menperin Agus juga melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Takasago International Corporation. “Kami mendorong investasi baru dan perluasan industri hilir atsiri, termasuk untuk Takasago Indonesia dan Takasago International,” ujarnya.

Guna menarik investasi tersebut, Pemerintah Indonesia menawarkan fasilitas insentif fiskal berupa tax allowance yang diatur melalui Peraruran Pemerintah Nomor 78 Tahun 2019. Sementara itu, Kemenperin telah memasukkan industri hilir minyak atsiri (IHMA) sebagai sektor pionir yang bisa mendapatkan fasilitas perpajakan berupa super tax deduction.

Pemerintah Indonesia juga memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk atsiri serta Standar Kompetensi Kerja Industri Atsiri Nasional. “Kami pun aktif berpartisipasi dalam pameran sektor industri atsiri baik berskala dalam dan luar negeri untuk promosi investasi dan pembangunan citra industri,” ungkap Agus.

President & CEO Takasago International Corporation Satoshi Masumura menyampaikan, Takasago merupakan grup perusahaan flavors and fragrances terbesar di Jepang yang berdiri sejak tahun 1920. Perusahaan telah beroperasi di 28 negara dengan 25 pabrik dan 13 pusat riset.

Pabrik Takasago di Indonesia yang berlokasi di Cikarang memproduksi flavors and fragrances. Selain itu, di Purwokerto, Takasago memiliki fasilitas kebun dan pengolahan awal minyak atsiri. Lini bisnis Takasago adalah pembuatan dan penjualan flavors and fragrances, bahan aroma, dan fine chemical.

“Kekuatan Takasago adalah kemampuan riset dan pengembangan inovasi produk baru,” ujarnya. Takasago Indonesia juga berkomitmen untuk mengalokasikan 10% nilai investasi untuk pengembangan metode produksi dan rekayasa produk yang ramah lingkungan untuk mengurangi konsumsi sumber daya energi.

Market Leader Global

Indonesia memang menjadi ‘surga’ sumber daya alam. Lihat saja, perusahaan yang beroperasi di Indonesia telah menjadi market leader dunia dengan pangsa pasar sekitar 60%. Raihan yang cukup menakjubkan bukan.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata perusahaan asal Indonesia itu mengembangan produk hilir minyak atsiri. Adalah PT. Indesso Aroma telah menjadi pemain ekspor produk industri hilir minyak atsiri berkelas dunia melalui cabang internasional yang beroperasi di Malaysia, Singapura, dan Tanzania (Afrika). Produsen hilir minyak atsiri ini mempunyai tiga pabrik pengolahan, yaitu di Purwokerto (first processing) serta di Cileungsi-Bogor dan Ungaran-Jawa Tengah (Second and further processing).

Perusahaan tersebut juga mempunyai perusahaan joint venture dengan Firmenich Swiss dalam memproduksi produk hilir flavor and fragrance, yang berlokasi di dekat pabrik Cileungsi. Dalam menjalankan operasionalnya, PT. Indesso Aroma mengedepankan mekanisme kemitraan bersama petani rakyat yang menjunjung tinggi aspek sustainability, equality, dan responsible collaboration.

Vice President of Research & Development Division PT. Indesso Aroma Leo Seno Broto menyampaikan, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1968 sebagai pabrik distilasi minyak cengkeh sederhana ini telah menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara dalam industri Flavor & Fragrance (F&F) serta Food and Wellness Solutions.

“Saat ini, kami adalah pemimpin pasar global untuk produk turunan minyak cengkeh, yang menguasai market share 60%. Selain itu, kami telah melayani lebih dari 2.000 pelanggan di Indonesia dan ekspor ke lebih dari 50 negara,” ungkapnya saat menerima kunjungan kerja Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, akhir pekan lalu.

Leo menyampaikan, kinerja gemilang tersebut merupakan capaian perusahaan yang berfokus pada strategi bisnis yang konsisten dan berkelanjutan, dalam hal pengolahan sumber daya alam atsiri di Indonesia. “Jadi, kami fokus untuk memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam kita yang kaya ini sebagai bahan baku menjadi beragam produk hilir yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan nilai tambah, perusahaan fokus terhadap peningkatan inovasi. “Sehingga produk kami berdaya saing tinggi, karena kami fokus pada pemenuhan pasar ekspor. Sebanyak 90% produk kami diekspor, meliputi sekitar 45% pasar Amerika Serikat, sekitar 35% di Eropa, dan sisanya menyebar ke negara-negara lain,” sebutnya.

Leo menambahkan, perusahaan juga fokus terhadap upaya kepedulian lingkungan dan proses yang berkelanjutan. “Kami menginisiasi model bisnis yang tertelusur, transparan, dan adil, menghubungkan petani dengan end-user melalui kontrak mutual jangka panjang. Lebih dari 3.600 petani telah kami bina dengan melibatkan 20 partner dalam hal penyediaan bahan baku dengan mendukung konsep ekonomi sirkular,” tandasnya.

Bahan baku minyak atsiri yang digunakan PT. Indesso Aroma adalah minyak cengkeh, minyak daun cengkeh, minyak gagang cengkeh, dan minyak serai wangi. Sumber atsiri lainnya, yaitu minyak kakao, merica hitam, minyak jeruk purut, minyak sereh dapur, dan minyak jahe. PT. Indesso Aroma juga menjalin kemitraan dengan pekebun atsiri rakyat, yaitu menyerap produksi minyak atsiri (hasil penyulingan bagian tanaman atsiri) dengan kontrak pasokan atau kualitas tertentu termasuk melalukan pembinaan sustainable/traceability agar sesuai dengan standar pasar internasional.

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan sektor industri hilir minyak atsiri (IHMA) agar bisa lebih berdaya saing. Apalagi, Indonesia punya potensi ketersediaan bahan baku yang beragam, bahkan menjadi rumah bagi sekitar 40 jenis tanaman atsiri dari 99 jenis tanaman atsiri di dunia. Hal ini merupakan potensi bagi peningkatan nilai tambah ekonomi melalui industri pengolahan dalam negeri.

“Indonesia sebagai negara iklim tropis memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga bisa menjadi episentrum untuk pengembangan sektor IHMA. Masih ada peluang besar untuk memperluas usaha atau meningkatkan investasinya dalam rangka membuka banyak kesempatan lapangan kerja,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika saat melakukan kunjungan kerja di PT. Indesso Aroma, Cileungsi, Bogor, Jumat (15/10).

Plt. Dirjen Industri Agro mengemukakan, minyak atsiri telah digunakan sebagai bahan baku industri untuk bahan perasa (essence), perisa (flavor) dan wewangian (fragrance). Total produksi minyak atsiri utama Indonesia mencapai 8.500 ton pada tahun 2020.

Beberapa jenis minyak atsiri tropis Indonesia antara lain minyak cengkeh, sereh wangi, nilam, pala, akar wangi, dan kayu putih. “Selain itu, produk olahan minyak atsiri juga dipergunakan untuk bahan baku industri jamu dan fitofarmaka, seperti minyak jahe dan minyak adas. Seluruh jenis produk turunan minyak atsiri dipercaya mempunyai khasiat positif untuk kesehatan,” paparnya.

Putu menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi potensi nilai ekonomi yang besar dari sektor IHMA. Di sektor hilir, terdapat pemain besar global yang telah mengoperasikan pabrik olahan minyak atsiri. Di sektor hulu atau perkebunan, terdapat ratusan ribu petani atsiri yang menjadi pemasok bahan baku industri.

“Dengan demikian, rantai nilai hulu-hilir di sektor IHMA menjadi terintegrasi. Melalui rantai nilai hulu-hilir yang terintegrasi ini, akan tercipta nilai ekonomi yang harmonis, termasuk berperan dalam membangkitan ekonomi rakyat di pedesaan melalui program kemitraan industri,” tuturnya.

Putu menyatakan, kunci pengembangan sektor IHMA agar bisa lebih berdaya saing antara lain melalui riset dan inovasi, formulasi produk, serta memanfaatkan teknologi terkini dalam produksi untuk menghasilkan aneka produk hilir yang bernilai tambah tinggi.

“Upaya tersebut perlu didukung dengan fasilitas riset yang memadai, SDM kompeten, dan kemampuan capturing and delivering value to market yang kuat, sehingga Indonesia menjadi produsen berbagai produk turunan minyak atsiri berskala dunia,” imbuhnya.

Putu menambahkan, perlunya pemberian materi pelajaran di bangku sekolah terkait pengenalan tanaman atsiri, proses produksi minyak atsiri, dan produk-produk hilir minyak atsiri, karena produk hilir olahan minyak atsiri kerap digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Contohnya adalah parfum, sabun mandi, pasta gigi, bumbu mi instan, produk makanan dan minuman, hingga kosmetik itu mengandung minyak atsiri. Jadi, sering kita tidak sadari, mulai bangun sampai tidur lagi, kita jumpai produk olahan minyak atsiri tersebut,” sebutnya.

Oleh karena itu, melalui program edukasi mengenai potensi budidaya bahan baku dan peluang bisnis di sektor IHMA ini, Indonesia akan bisa menumbuhkan lebih banyak produsen olahan minyak atsiri yang andal di kancah global. “Perlu sosialisasi atau kampanye yang masif sehingga produk olahan minyak atsiri bisa menjadi tren gaya hidup di tengah masyarakat seperti produk olahan kopi,” tandasnya.(*/tim redaksi 09/Safarudin/Indra)

Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 256 database, klik di sini
  • Butuh 25 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 11 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 17 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customize direktori database perusahaan, klik di sini

Duniaindustri Line Up:

detektif industri pencarian data spesifik

[caption id="attachment_9784" align="alignnone" width="336"] Market Outlook Consumer Goods di Indonesia 2013-2024 (Market Growth and Channel Distribution Trend)[/caption][caption id="attachment_9749" align="alignnone" width="342"]Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile) Riset Data Spesifik Industri Frozen Food 2013-2024 (Market Share Top 10 Player Frozen Food Bakso dan Brand Profile)[/caption]

Portofolio lainnya:

[caption id="attachment_9118" align="alignnone" width="523"] Buku "Rahasia Sukses Marketing, Direktori 2.552 Perusahaan Industri"[/caption]

Atau simak video berikut ini:

https://youtu.be/wAxS2LsxU2U

Contoh testimoni hasil survei daerah: