Sabtu, 08 September 2018

Mengukur Defisit Pasokan Baja, Aspal, dan Alat Berat di Pasar Lokal

Tiga produk yakni baja, aspal, dan alat berat yang selama ini digunakan proyek-proyek infrastruktur pemerintah diketahui mengalami defisit pasokan yang signifikan di pasar lokal. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono setelah mengevaluasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk proyek-proyek infrastruktur nasional.

Basuki Hadimuljono menjelaskan untuk produk baja tahun ini suplai (pasokan) nasional hanya sekitar 7 juta ton. Padahal, permintaan baja nasional sudah mencapai 14,41 juta ton. Selain baja, alat berat juga mengalami hal serupa, ketika pasokan dalam negeri hanya 4,48 juta unit, padahal permintaan nasional sudah mencapai 8,26 juta unit.

“Dan yang paling besar adalah aspal. Permintaan aspal nasional mencapai 1.872 ribu ton, tapi suplai nasional hanya 344,15 juta ton. Pernah dari pengalaman, kami butuh 80.000 ton, tapi (produsen) tidak sanggup,” kata Basuki di Jakarta, (4/9).

Dengan demikian, kondisi defisit pasokan tiga produk tersebut cukup signifikan. Baja defisit 7,41 juta ton atau 51,4% dari permintaan nasional. Sementara alat berat defisit 3,78 juta unit atau 45,7% dari permintaan nasional, dan aspal defisit 1.527 ribu ton atau 81,6% dari permintaan nasional.

Basuki Hadimuljono mengatakan, porsi bahan lokal untuk proyek Kementerian PUPR sudah mencapai 86,6%, sedangkan persentase impornya hanya 13,5%. Jika diperinci lagi proyek sumber daya air TKDN-nya mencapai 96,6%, proyek cipta karya 94,3%, bina marga 78,4% dan perumahan 76,6%. “Hanya tiga bahan baku yang produksi dalam negerinya lebih sedikit dari permintaan, yakni baja, aspal, dan alat berat,” ucapnya.

Dengan kata lain, ujarnya, jumlah komponen yang diimpor untuk proyek infrastruktur relatif kecil. Seperti diketahui, pemerintah sedang mengevaluasi proyek-proyek infrastruktur nasional untuk mengurangi produk impor demi menyelamatkan kurs rupiah yang sempat mendekati level terendah Rp 15.000/US$.

Bahkan pemerintah berencana menunda sejumlah proyek yang memiliki komponen impor besar atau TKDN kecil. Besarnya impor itu menyebabkan defisit transaksi berjalan yang pada akhirnya mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerangkan peningkatan TKDN bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS. Dia telah menginstruksikan menteri-menteri terkait menyisir proyek apa saja yang perlu ditingkatkan komponen lokalnya (TKDN).

“Daftar proyek itu sedang disusun,” ungkap Wapres di kantornya. Adapun proyek-proyek itu terdapat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan berupaya untuk mendirikan pabrik rel. Pasalnya, porsi impor yang masih banyak di proyek perhubungan itu ada di baja karena untuk rel. “Karena sekarang ini baja-bajanya masih impor semua,” tutur Budi. Apalagi proyek yang saat ini sedang dikerjakan Kemenhub adalah mass rapit transit (MRT) dan light rail transit (LRT).

“Bahan dari luar di bawah 40%, tapi ini yang akan saya manage nanti. Tapi butuh waktu 12 bulan atau 24 bulan yang akan datang, jadi kita kami me-manage itu dengan mendirikan pabrik rel,” ujar dia.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Selasa, 04 September 2018

Kajian Terbaru, 91% Perusahaan Terapkan Transformasi Digital Berbasis IoT

Transformasi digital berbasis internet of things (IoT) makin meluas diterapkan di perusahaan-perusahaan di Indonesia hingga 2018. Berdasarkan survei enterprise yang dilakukan Asia IoT Business Platform 2018, sebanyak 91,1% perusahaan di Indonesia telah mengadopsi transformasi digital berbasis IoT.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.573 responden pada awal tahun ini. Hasil dari survey tersebut dipaparkan dalam Konferensi Asia IoT Business Platform edisi ke-25 di Jakarta pada akhir Agustus 2018 di The Ritz Carlton, Jakarta.

Menurut survey itu, hanya 8,6% pebisnis di Indonesia yang belum familiar dengan teknologi IoT pada 2018, turun dari 16% pada tahun lalu. Sebanyak 67,4% dari responden dalam survey itu merasa bahwa data analytic dan software business intelligence harus digunakan untuk meraih manfaat dari solusi IoT secara maksimal.

Survey tersebut juga mendapati bahwa 8,4% pebisnis betul-betul telah merasakan manfaat dari implementasi solusi IoT, naik dari 5,1% pada tahun lalu. “Asia IoT Business Platform adalah platform industri yang dinamis, yang semakin relevan dengan era masa kini, di mana transformasi digital telah menjadi sangat penting bagi bisnis di berbagai sector. IoT memainkan peranan penting dalam berbagai inisiatif transformasi digital dan Asia IoT Business Platform edisi ke-25 akan menghadirkan diskusi mendalam mengenai IoT dan memamerkan teknologi IoT terbaru, untuk membantu perusahaan di Negara ini mengadopsi strategi transformasi digital yang benar,” ujar Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform dalam pembukaan konferensi Asia IoT Business Platform ke-25 di Jakarta.

Pada konferensi dua hari ini, para stakeholders kunci dalam industry IoT, termasuk pemerintah, penyedia solusi IoT, dan perusahaan pengguna akan berdiskusi tentang bagaimana menghadapi tantangan yang ada dan potensi IoT yang belum dieksplorasi oleh pebisnis di Indonesia. Sejumlah pembicara yang hadir dalam acara tersebut antara lain Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Dr Ir Ismail, Dirjen Sumber Daya & Perangkat Pos & Informatika Kemkominfo, Herfini Haryono, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Diomedes Kastanis, Head Of IoT Singtel, dan Ravinder Mawa, CIO Sinar Mas Mining.

Beberapa topik penting diskusi yang disoroti dalam konferensi itu antara lain perkembangan implementasi IoT, permasalahan yang ada, solusi yang bisa digali, dan berbagai inisiatif yang dapat mendorong pengadopsian IoT di Indonesia. “Mau tidak mau kita harus mengadopsi teknologi digital berbasis IoT agar Indonesia bisa kejar ketertinggalan dari Negara maju,” ujar Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo berfungsi sebagai fasilitator dan akselerator untuk menerapkan transformasi digital berbasis IoT terutama dalam program Making Indonesia 4.0. “Ini penting karena manfaatnya untuk seluruh pelaku bisnis dan industry, menciptakan efisiensi dan pemangkasan proses bisnis,” paparnya.

Memang harus disadari, perkembangan pesat teknologi digital telah menggiring landskap bisnis secara global ke tataran baru. Pergeseran pasar terutama didorong konsumen milenial makin hari makin terasa, sehingga menuntut perubahan paradigma di sektor industri.

Teknologi digital seperti IoT, big data, artificial intelligence makin mendisrupsi pasar. Pendekatan inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini terus berkembang pesat ditopang maraknya penggunaan aplikasi mobile.

Demikian juga di bidang internet off things (IoT) dan big data. Gabungan energi dan pola pikir inovatif yang dipadukan dengan teknologi IoT dan big data procesing membuat suatu tingkat kedalaman data yang belum pernah ada sebelumnya. Data-data tersebut kemudian diolah menjadi profil dan perilaku konsumen, trend pasar, prognosa masa depan serta berbagai data yang terstruktur dan tidak terstruktur lainnya. Tak terbatas, istilah inilah yang paling tepat untuk menggambarkan pendekatan analitik, mulai dari pemodelan statistik sampai machine learning dan deep learning.

Dari sisi data, para data scientist membantu mengembangkan analisis pemasaran baru yang mempertimbangkan metode dan pendekatan pada tingkat yang baru. Entah itu pengoptimalan harga real time pada tingkat yang paling rinci atau atribusi media untuk analisis offline yang tidak memungkinkan sebelumnya. Penekanan inovasi yang dibuat akan mendikte banyak metode untuk menentukan arah seputar riset pasar di masa depan.

Di Indonesia, perkembangan big data juga cukup pesat. Berbagai korporasi menyuguhkan layanan terbaiknya. Duniaindustri.com juga ikut berbenah dan menjelma sebagai startup layanan big data (riset pasar dan perusahaan analisis) di negeri ini.

Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim Duniaindustri.com juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi model skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan.

Perkembangan tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah database riset data spesifik yang telah ready di Duniaindustri.com, melonjak signifikan sebesar 30% dari 121 database riset pada akhir tahun lalu menjadi 159 database riset pada Agustus 2018. Hal ini dipicu makin meluasnya kebutuhan riset data spesifik guna mendukung pertumbuhan bisnis di sektor industri tertentu. Sebagai perbandingan, 1 dan 8 permintaan data spesifik terhubung dengan Duniaindustri.com.

Duniaindustri.com menyediakan indeks data industri yang bisa didownload user untuk memberikan gambaran atau acuan perkembangan sektor industri tertentu. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Bogor, Cikarang, Bandung, Yogya, Sidoarjo, Surabaya, Palu, Bali, Medan, dan daerah lainnya, bahkan dari China dan India.(*/tim redaksi 07/danang/safarudin)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Rencana Impor Beras Ditolak DPR

Rencana pemerintah untuk melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton mendapat tentangan dari DPR RI. Penolakan tersebut datang dari Komisi IV (bidang pertanian) dan Komisi VI (bidang perdagangan).

Anggota Komisi VI DPR RI Sartono Hutomo menjelaskan jika DPR tidak melarang pemerintah melakukan kebijakan impor, namun hal tersebut harus sesuai dengan kebutuhan riil yang ada saat ini.

“Ketersediaan beras saat ini masih melimpah kenapa pemerintah kembali mewacanakan impor beras,” kata Sartono saat dihubungi, Rabu (29/8).

Sartono menjelaskan jika impor beras tetap dilakukan oleh pemerintah maka hal tersebut akan membuat harga beras yang dimiliki petani lokal juga akan mengalami penurunan secara drastis dan tentunya akan membuat para petani mengalami kerugian yang cukup besar.

“Petani lokal sudah dipusingkan dengan harga pupuk dan pemberantasan hama yang tinggi. Jika beras impor masuk maka mereka akan terbebani dengan persaingan harga murah dari beras impor yang masuk,” jelasnya.

Sartono juga menuturkan jika dibeberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur stok beras masih sangat melimpah. Sehingga pemerintah tak perlu mewacanakan rencana impor beras tersebut.

“Komisi VI akan pertanyakan hal ini ke pemerintah. Nanti akan kami agendakan rencana tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono mewacanakan akan membuat rapat koordinasi dengan Komisi VI DPR. Rakor ini nantinya bertujuan untuk mencari solusi atas kebijakan impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintab.

“Perlu adanya koordinasi antara komisi IV dan VI. Kami di DPR tidak ingin jika kebijakan impor tersebut berjalan dan merugikan petani serta konsumen,” ujar Roem.

Dia juga menuturkan jika kerugian yang dialami oleh petani adalah harga yang jatuh akibat persaingan harga, sementara kerugian bagi konsumen adalah kualitas impor yang dinilainya masih sangat buruk.

“Intinya jangan sampai masuknya beras impor ini membuat rugi petani dan masyarakat. Kalaupun stok beras masih melimpah untuk apa melakukan impor,” tegasnya.(*/)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:

Minggu, 02 September 2018

Pre Order Buku Peta Kompetisi Pasar Mobil, Motor, dan Oli Pelumas

Duniaindustri.com sebagai salah satu startup terdepan di bidang layanan big data, riset data spesifik, dan riset pasar, membuka Pre Order Buku Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) 2015-2019.

Buku ini disusun oleh tim Duniaindustri.com yang diprakarsai oleh Andryanto Suwismo. Buku “Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) ini menampilkan data, informasi, tren pasar, peta persaingan antar brand, trend penjualan, market size dan market value, segmentasi pasar, hingga sejarah dan perkembangan terbaru di sektor otomotif. Dengan rekam jejak yang cukup panjang dibarengi proyeksi hingga 2019, buku ini layak menjadi acuan utama bagi pembaca secara luas, mulai dari tingkat sekolah menengah, sekolah tinggi, mahasiswa, pelaku industri otomotif, investor, sales dan marketing, business development, konsultan, brand manager, pemasok suku cadang otomotif, distributor komponen otomotif, dan masyarakat luas.

Penjelasan singkat spesifikasi buku itu antara lain memiliki ketebalan 120 halaman dengan cover hardkarton. Buku ini dibanderol dengan harga pre order Rp 225.000, dibanding harga normal (setelah pre order) yakni Rp 325.000, atau harga softcopy di indeks data industri sebesar US$ 200 atau setara Rp 2.800.000,-. Duniaindustri.com juga menyediakan paket menarik untuk menjadi reseller/distributor buku ini.

Waktu pre order berlangsung pada 1 September 2018 – 30 September 2018 dengan estimasi pengiriman mulai 1 Oktober 2018. Sebelum Anda melakukan pemesanan perlu diketahui ketentuan pemesanan sistem Pre Order melaui beberapa tahap berikut:

1. Sesi Order / Pemesanan
Saat tahap Order/Pemesanan berlangsung, silahkan menghubungi admin kami yakni Eka (HP & WA 081310891927) ataupun Uchy (HP & WA 087780767262). Kirim pesan ke admin kami. Jika sudah melakukan order/pemesanan, akan kami balas untuk konfirmasi.
Adapun format pemesanannya:
Nama Lengkap:
Alamat Lengkap:
No Hp & Whatsapp:
Alamat email:
Kuantiti Pesanan: (contoh 1 eksemplar)
Jasa Pengiriman: (JNE/POS/Ambil di Lokasi)

2. Sesi Pembayaran
Pembayaran dilakukan saat Anda telah mengisi format pemesanan dan memperoleh notifikasi dari admin kami. Anda bisa melakukan pembayaran dengan Transfer ke Rekening Kami. Jika Anda yang telah melakukan pembayaran, segera konfirmasi ke kontak kami.
Keterangan:
Pastikan data yang Anda masukkan benar saat transfer. Mohon wajib simpan bukti pembayarannya sampai barang sampai. (Jika terjadi kesalahan atau masalah saat transfer bukan tanggung jawab dari kami). Jadi Pastikan data anda benar saat mentransfer. Jika saat waktu pembayaran sudah tutup dan anda belum melakukan pembayaran, pesanan otomatis kami batalkan.

3. Sesi Produksi
Waktu Produksi Sudah kami cantumkan di Album Pre Order, silahkan langsung di cek.

4. Sesi Pengiriman
Setelah pengiriman barang dilakukan, Anda akan diberi sms konfirmasi jika barang sudah dikirim dan diberikan no resi pengiriman via agen yang sudah ditentukan. Lama pengiriman biasanya 3 – 4 hari (tergantung ketentuan dari Agen Pengiriman).
NB: Jika terjadi keterlambatan pengiriman yang disebabkan dari Pihak Agen Pengiriman (Tiki/JNE/PosIndonesia) di luar tanggung jawab kami oleh karena itu alamat yang diberikan harus benar dan lengkap. Tapi kami akan selalu memonitoring kiriman via website Agen Pengiriman tsb. Dan selalu memastikan barang sampai pada tujuan.

5. Sesi Konfirmasi
Jika barang sudah sampai ke Anda, harap Anda untuk memberi sms konfirmasi ke kami jika buku yang dibeli sudah diterima.

Catatan:
Kesalahan pengiriman karena salah alamat bukan tanggung jawab kami. Barang yang sudah dikirim tidak bisa ditukar atau diuangkan kembali, kecuali kesalahan dari pihak kami. Ongkos Kirim ditanggung pembeli.

Segera hubungi admin Duniaindustri.com:
081310891927 (eka)
087780767262 (uchy)

Atau Hubungi:
Tim Duniaindustri.com
Alamat : Ruko Griya Cinere 2 Blok 49 No 29 Jalan Cinere Raya, Jakarta Selatan (Desain Bagus Group) No Telpon : 021-22779565, 021-7447443 (*)

Sumber: klik di sini

Jumat, 31 Agustus 2018

Kupas Tuntas Data Industri Mobil, Motor, dan Oli 2015-2019

Telah Dibuka Pre Order Buku Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) 2015-2019

Buku ini disusun oleh tim Duniaindustri.com yang diprakarsai oleh Andryanto Suwismo. Buku “Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) ini menampilkan data, informasi, tren pasar, peta persaingan antar brand, trend penjualan, market size dan market value, segmentasi pasar, hingga sejarah dan perkembangan terbaru di sektor otomotif. Dengan rekam jejak yang cukup panjang dibarengi proyeksi hingga 2019, buku ini layak menjadi acuan utama bagi pembaca secara luas, mulai dari tingkat sekolah menengah, sekolah tinggi, mahasiswa, pelaku industri otomotif, investor, sales dan marketing, business development, konsultan, brand manager, pemasok suku cadang otomotif, distributor komponen otomotif, dan masyarakat luas.

Untuk memperjelas isi Buku “Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) 2015-2019”, berikut dipaparkan daftar isinya:

Daftar isi buku “Kupas Tuntas Data Industri Otomotif (Mobil, Motor, dan Oli) 2015-2019”

Kata pengantar…………….. i
Daftar Isi……………………. ii
Definisi Industri Otomotif………….. iii
Sejarah Industri Otomotif………… iv

Bab 1 Mobil
Definisi Mobil………………………….. 1
Proses Pembuatan Mobil…………. 2
Data penjualan mobil 2015-2019F………………3-7
Data pangsa pasar merek mobil 2015 hingga semester I 2018………..8-15
Tren persaingan merek mobil………….16-20
Data dan analisis populasi mobil 2015-2019F……….21-25
Market size dan market value industri mobil 2015-2019F…………….26-35
Data populasi mobil di Indonesia 2015-2019F…………..36-42

Bab 2 Motor
Definisi Motor…………………………..43
Proses Pembuatan Motor………….44-45
Data penjualan Motor 2015-2019F………………46-50
Data pangsa pasar merek Motor 2015 hingga semester I 2018………..51-60
Tren persaingan merek Motor………….61-69
Data dan analisis populasi Motor 2015-2019F……….70-79
Market size dan market value industri Motor 2015-2019F…………….80-86
Data populasi Motor di Indonesia 2015-2019F…………..87-95

Bab 3 Oli Pelumas
Definisi Oli Pelumas…………………………..96
Sejarah Industri Oli Pelumas………….97
Data pangsa pasar merek Oli Pelumas………..98-100
Tren persaingan merek Oli Pelumas………….101-105
Market size dan market value industri oli pelumas 2015-2019F…………….106-116

Penjelasan spesifikasi buku:
Ketebalan: 120 halaman
Cover: hardkarton

Harga pre order: Rp 225.000
Harga normal: Rp 325.000
Terbuka peluang untuk menjadi Reseller

Waktu pre order: 1 September 2018 – 30 September 2018
Waktu pengiriman: mulai 1 Oktober 2018

Ketentuan Pemesanan

Sebelum anda melakukan pemesanan perlu diketahui ketentuan pemesanan sistem Pre Order melaui beberapa tahap berikut:

1. Sesi Order / Pemesanan

Saat tahap Order / Pemesanan berlangsung, silahkan order product yang ingin Anda beli. Kirim pesan ke admin kami. Jika sudah melakukan order/pemesanan, akan kami balas untuk konfirmasi.

Adapun format pemesanannya:
Nama Lengkap:
Alamat Lengkap:
No Hp & Whatsapp:
Alamat email:
Kuantiti Pesanan: (contoh 1 eksemplar)
Jasa Pengiriman: (JNE/POS/Ambil di Lokasi)

2. Sesi Pembayaran

Pembayaran dilakukan saat Anda telah mengisi format pemesanan dan memperoleh notifikasi dari admin kami. Anda bisa melakukan pembayaran dengan Transfer ke Rekening Kami. Jika Anda yang telah melakukan pembayaran, segera konfirmasi ke kontak kami.

Keterangan:

Pastikan data yang Anda masukkan benar saat transfer. Mohon wajib simpan bukti pembayarannya sampai barang sampai. (Jika terjadi kesalahan atau masalah saat transfer bukan tanggung jawab dari kami). Jadi Pastikan data anda benar saat mentransfer. Jika saat waktu pembayaran sudah tutup dan anda belum melakukan pembayaran, pesanan otomatis kami batalkan.

3. Sesi Produksi
Waktu Produksi Sudah kami cantumkan di Album Pre Order, silahkan langsung di cek.

4. Sesi Pengiriman

Setelah pengiriman barang dilakukan, Anda akan diberi sms konfirmasi jika barang sudah dikirim dan diberikan no resi pengiriman via agen yang sudah ditentukan. Lama pengiriman biasanya 3 – 4 hari (tergantung ketentuan dari Agen Pengiriman).

NB: Jika terjadi keterlambatan pengiriman yang disebabkan dari Pihak Agen Pengiriman (Tiki/JNE/PosIndonesia) di luar tanggung jawab kami oleh karena itu alamat yang diberikan harus benar dan lengkap. Tapi kami akan selalu memonitoring kiriman via website Agen Pengiriman tsb. Dan selalu memastikan barang sampai pada tujuan.

5. Sesi Konfirmasi

Jika barang sudah sampai ke Anda, harap Anda untuk memberi sms konfirmasi ke kami jika product yang dibeli sudah diterima. Dan Anda harap berikan feedback/testimonial kepada kami mengenai kepuasan dari layanan / product kami agar bisa kami tampilkan di Customer Reviews/Album Testimonial.

Catatan:

Kesalahan pengiriman karena salah alamat bukan tanggung jawab kami.
Barang yang sudah dikirim tidak bisa ditukar atau diuangkan kembali, kecuali kesalahan dari pihak kami. Ongkos Kirim ditanggung pembeli.

Segera hubungi admin Duniaindustri.com:
Eka (Hp & WA : 081310891927)
Uchy (Hp & WA : 087780767262)

Atau Hubungi:
Duniaindustri.com
Alamat        : Ruko Griya Cinere 2 Blok 49 No 29 Jalan Cinere Raya, Jakarta Selatan (Desain Bagus Group)
No Telpon   : 021-22779565, 021-7447443

Senin, 27 Agustus 2018

Raksasa Alat Berat Kepincut Bisnis Tambang Emas

PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan akuisisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara selesai paling cepat pada Desember tahun ini senilai US$ 917,9 juta atau sekitar Rp 13,2 triliun. Saat ini perseroan sedang menggalang pendanaan untuk merealisasikan rencana akuisisi tersebut.

"Untuk pendanaan saat ini kami berharap closing transaksi sekitar 4-5 bulan dari sekarang, jadi kita perkirakan paling cepat di Desembe 2018. Atau kalau molor sedikit di Januari 2019, kami harus menyelesaikan dan mendapatkan approve dari regulator," kata Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan kepada pers dalam acara Investor Summit di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/8/2018).

Untuk pendanaan akuisisi, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu akan mengandalkan kas internal. Sebab, kas internal United Tractors masih surplus. "United Tractors itu balance sheet-nya cukup kuat, saat ini kita punya cash di konsolidasi saja mencapai Rp25 triliun, jadi rasanya sih kita cukup untuk membiayai akuisisi," tegas Gideon.

Sebagai informasi, perseroan berencana mengakuisisi tambang emas Martabe dari Agincourt Resources Pte Ltd melalui PT Danusa Tambang. Sejumlah 60% saham Danusa dimiliki oleh UNTR, sedangkan 40% sisanya dipegang oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Perjanjian pengambilalihan yang ditandatangani pada Rabu 8 Agustus 2018 ini mencakup dua transaksi. Pertama, pengambilan 95% saham Agincourt Resources Pte. Ltd milik PT Agincourt Resources senilai US$ 917,9 juta. Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PAMA kepada Agincourt sebesar US$ 325 juta.

United Tractors melalui PT Danusa Tambang Nusantara telah menandatangani perjanjian pengambilalihan dengan PT Agincourt Resources (Singapore) Ltd. Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan Kamis (9/8), nilai transaksi pengambilalihan mencapai US$917,900 juta. 
Perusahaan target yang dimiliki oleh PT Agincourt Resources ini akan menjual sekitar 4,750 juta saham seri A dan 76 juta saham seri B mewakili 95% dari total saham ditempatkan dan disetor, serta PT Artha Nugraha Agung menjual 250.000 saham seti A dan 4 juta saham seri B yang mewakili 5% dari total saham ditempatkan dan disetor. Saham seri A perusahaan target senilai Rp2.423 per lembar dan seri B sekitar Rp8.500. 

Manajemen beralasan pengambilalihan perusahaan target memberikan peluang bagi perseroan untuk memperoleh skala aset tambang emas yang memiliki potensi besar dan secara langsung relevan dengan strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi portofolio bisnis. 

Selanjutnya, perseroan dan PT Pamapersada Nusantara akan memberikan pinjaman maksimum sekitar US$325 juta kepada perusahaan target. 

Perseroan menilai pinjaman kepada perusahaan target untuk keperluan refinancing utang. Secara bisnis, perseroan akan lebih menguntungkan apabila perusahaan target mendapatkan pinjaman ini dibandingkan perseroan menyimpan dana kasnya di bank.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya:


Rabu, 22 Agustus 2018

Kebijakan Mandatori Biodiesel 20% Hemat Devisa Negara

Kebijakan mandatori penggunaan biodiesel 20% (B20) akan berlaku efektif mulai 1 September 2018. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pemanfaatan B20 tidak hanya diterapkan untuk bahan bakar subsidi (public service obligation/PSO), tapi juga untuk solar yang dijual tanpa subsidi.

“Pada 1 September 2018 akan diberlakukan B20 untuk PSO dan non-PSO. Baik alat transportasi angkutan, alat berat laut, pertambangan, kereta api, bahkan alat angkutan militer,” ujar Darmin di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Kebijakan B20 untuk solar non-PSO merupakan perluasan dari kebijakan sebelumnya, serta salah satu upaya untuk menghemat devisa negara. Selanjutnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengelola dana untuk disalurkan guna membiayai B20.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengatakan pihaknya mendukung program perluasan segmen Mandatori Biodiesel B20 yang dicanangkan pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Sekaligus menghemat cadangan devisa negara. Dukungan BPDPKS tersebut antara lain dilakukan dengan menyiapkan dana insentif yang diperlukan untuk memproduksi biodiesel.

“Kami telah menyiapkan dana untuk perluasan segmen Mandatori Biodiesel B20 yang diharapkan mampu menyerap kelebihan suplai produk sawit di pasaran,” ujar Dono Boestami.

Dia menambahkan, dalam rangka pemanfaatan biodiesel, selama tahun 2017 BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 2,3 juta kilo liter biodiesel. Sementara itu, sampai dengan semester I/2018, BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 1,1 juta kiloliter biodiesel.

Menurutnya, setidaknya terdapat dua manfaat yang bisa diperoleh dari program mandatori biodiesel. Pertama, mendukung kebijakan energi baru dan terbarukan, melalui bauran energi Indonesia yang akan mendorong terciptanya ketahanan energi nasional. Kedua, mendukung terciptanya stabilisasi harga crude palm oil (CPO), melalui pengaruh pengendalian permintaan dan penawaran sawit dan produk turunannya.

Program Mandatori Biodiesel diharapkan juga menjadi solusi untuk mengatasi kelebihan pasokan sawit akibat menurunnya ekspor CPO karena tensi pasar global yang sedang tinggi. Pada Mei 2018 produksi CPO tercatat 4,24 juta ton atau naik 14 persen dibandingkan April yang hanya 3,72 juta ton.

“Kelebihan pasokan dimungkinkan untuk diserap melalui program Biodiesel karena saat ini utilisasi produksinya baru mencapai 30% atau setara 3,5 juta kilo liter per tahun dari total kapasitas terpasang. Ini menunjukkan serapan produksi biodiesel domestik sangat mungkin untuk ditingkatkan,” jelas Dono.

Ia menambahkan, selama 2017, BPDPKS berhasil menghimpun dana sebesar Rp14,2 triliun. Sementara, hingga semester I/2018, dana yang dihimpun tercatat mencapai Rp6,4 triliun. Dari sisi pengembangan dana, pada 2017 BPDPKS membukukan pendapatan dari penempatan dana sebesar Rp505 miliar, sementara sampai dengan semester I/2018 mencapai Rp380 miliar.

“Dari jumlah tersebut, BPDPKS telah melaksanakan penyaluran dana sebesar Rp10,6 triliun di tahun 2017 dan sebesar Rp4,4 triliun pada semester I/2018,” pungkasnya.

Hemat Devisa
Menteri Koordiantor bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada banyak penghematan yang bisa dilakukan dengan adanya penerapan kebijakan B20. Dengan asumsi harga minyak US$ 80 per barel estimasi dampak langsung terhadap penghematan devisa dengan penerapan B20 bisa mencapai US$ 3,36 miliar atau setara Rp 49 triliun.

Penghematan tersebut bisa dicapai karena pemerintah bisa mengurangi impor BBM berkat adanya pemanfaatan bahan bakar nabati tadi. Ada potensi penghematan hingga 78% terhadap kilang minyak Pertamina untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. Dengan penerapan B20, Indonesia bisa menghemat impor BBM hingga 42 juta barel.

Dampak lanjutannya, kata dia, ada peningkatan devisa mencapai US$ 9,36 miliar atau setara Rp 136,81 triliun, dengan asumsi kenaikan harga CPO sebesar US$ 200 per ton.

Sejalan dengan inisiasi Pemerintah untuk menghemat devisa negara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik tentang perluasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) biosolar 20 (B20) untuk kendaraan bermesin diesel non-PSO, termasuk kendaraan penumpang.

“Belum ada perkataan sepakat bulat, tetapi kami akan support semua. Semuanya diam tidak ada yang menentang. Tapi karena Pemerintah bilang 1 September itu berlaku B20, semua di Gaikindo dukung,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi.

Meski demikian, masih terdapat kekhawatiran dalam menggunakan BBM B20 yang disebut bisa mempercepat usia pakai komponen. “B20 kan mengandung kelapa sawit, ada soap effect-nya. Tapi kalau mobil baru yang tangkinya bersih itu tidak masalah sebenarnya. Hanya saja untuk mobil yang sudah tua, kan ada kerak-keraknya, inilah yang berbahaya. Maka mereka harus bersihkan dahulu,” ungkap Nangoi.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 159 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider, klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini

Database Riset Data Spesifik Lainnya: